2 minggu

Hari ini adalah minggu ke dua perjalanan kisahku bersama seseorang yang belum tahu kemana kisah ini akan berlabuh. Kali ini mataku tak bisa terpejam dengan sempurna, mengingat beberapa kesalahan kecil yang ku perbuat hingga membuat dia emosi. Mungkin aku harus sedikit bersabar dengan keadaan ini, memang menghilangkan ingatan seseorang dengan angan tak semudah menungkan air kedalam bak. Perasaan terlalu ingin memiliki begitu dalam… hingga akhirnya membuatku semakin tak karuan dalam melakukan suatu tindakan dan perkataan.

Entah, kenapa terjadi seperti ini…. Aku di hantui oleh perasaanku sendiri, baying-bayang selalu mengikuti setiap jejak kemana ku melangkah. Bayangan yang membuat semua terasa hitam kelam, membutakan mata hingga mentulikan telinga. Nasehat dan saran dari orang terdekat telah sering ku dengarkan. Nasihat untuk bisa menghargai setiap detik waktu yang terlewati, jangan lengah dalam mengambil sikap, tetap waspada dengan kondisi apapun, selalu menatap masa depan dengan mempertimbangan masa lalu, telah berulang kali ku dengarkan. Seakan tak mau tahu dengan keadaan dan kondisi saat itu, ya perasaan ini begitu dalam.

Apakah terlalu dalam, Sayang???

Apakah menambah pikiran???

Apakah aku semakin menyiksamu???

Apakah aku terlalu sayang kepadamu???

Apakah apakah apakah apakah yang lain masih berkecamuk untuk aku pertanyakan kepadamu. Sebenarnya bukan sok ingin mencampuri urusan pribadi kamu, aku hanya ingin mencoba mendekat dalam perasaan itu.

Apa yang kamu katakan kemarin terjadi???

Sebuah sangsi yang telah engkau garis bawahi, masih terdengar di saat engkau meyakinkanku dengan ungkapan negative tentang perjalanan ini kelak. Semua baik-baik saja, asalkan komunikasi antar sesame selalu masih terjaga. Bukan lagi merasa aku yang berkuasa disini, atau aku yang paling dominan disini. Melainkan persamaan dalam asa, harus terwujud dengan sempurna. Ya, tak perlu sempurna sekali mungkin menjadi lebih baik sudah cukup untuk mencapai sebuah kepercayaan diantara berdua. Mungkin saat ini, aku belum bisa mengetahui secara pasti apa yang sedang engkau kerjakan dan pikirkan. Komunikasi terbatas mungkin menjadi alasan utama dalam kontek ini. Berulang kali aku mencoba mengajak mu tuk tersenyum dan ceria menghadapi semua yang terjadi. Apakah engkau sudah bisa tersenyum , sayang??? Apakah orang di sekitarmu merasa di hormati keberadaannya??? Berapa kali engkau mendengar, orang lain berkata tentang sisi positifmu???

Semua ini pasti sebuah perjalanan yang harus di tempuh dengan mental kuat, seakan tak mau menyerah sebelum tetes darah penghabisan. Semua akan segera terselesaikan dengan cepat. Semangat membara dalam menjalaninya selalu berkobar setiap saat. Menunggu kebahagian yang paling di harapkan seluruh umat manusia di Dunia.

Engkau di mataku adalah sosok yang begitu indah, tak mau tahu orang lain berkata apa tentang kamu. Apakah aku salah menyayangimu???

Engkau pun kemarin pagi mengatakan, “sebenarnya aku pengin bisa mencintaimu” apakah arti isyarat tersebut??? Bila engkau masih belum yakin dengan kisah ku ini, mari berjalanan beriringan. Jangan engkau paksakan, sayang. Karena suatu yang di paksakan akan tidak tahan lama, lapuk, kendor dan akhirnya hancur tak berbekas.

Nikmati kesendirianmu, aku pun disini masih merindukan mu. Bila suatu saat, engkau memimpikan sebuah kebahagiaan bersamaku segera panggil namaku dengan lantang…………………….

Semoga engkau masih menerima ungkapan ini sayangku.

Bila ku kejar semakin jauh, suatu saat aku lelah ku harap engkau mengobati lelahku dengan air kasih sayangmu. Karena engkaulah bintang itu. Engkaulah mimpi itu, engkau tercipta untukku, kelak pasti akan kudapatkan kebahagiaan dan keindahan hidup bersamamu. Amien.

Dari kekasih yang selalu merindukanmu.

240409

Comments

  1. Terima kasih..
    Semoga bermanfaat.

    ReplyDelete
  2. Dia pasti merasa sangat bahagia karena sudah dicintai sepenuh hati...

    ReplyDelete
  3. dan akhirnya, pilihan yang menentukan. eng ing eng...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts