IDEALIS vs PROFESIONALIS

Kamu tidak menjadi karyawan kan???"
"kamu self employ kan???"

Jawabku, IYA mas. Aku sekarang mencoba sisi yang lain menjadi seorang yang Profesional di bidangnya. Tapi usaha yang lain tetep harus jalan.
Memanfaatkan apa yang bisa di pakai dan digunakan.
Dengan perhitungan, IDEALIS dan PROFESIONALIS.
Selama masih belum bisa mendirikan perusahaan sendiri, kenapa harus ngeluarin duit yang seharusnya untuk perkembangan bisnis, sebagai pengeluaran rutin bulanan.

Jadi kesimpulanku, belajar tidak hanya dari sekolah yang kemarin.
Dia berbangga denganku, dia pernah membandingkan aku dengan 10 siswa yang sama.
"Saya mending punya Pardi 10 daripada punya siswa 1 sepeti kamu"
Itu saya di bandingankan dengan salah satu anak pengusaha kaya asal Surabaya.
Seorang yang mempunyai cukup uang dan biaya untuk membayar sekolah di YEA.
Sampai saat ini, aku belum lunas pembayaran YEA tersebut.
Dan aku masih punya banyak utang karena pujian itu, dll.

AKU HARUS SEGERA BANGKIT!!! SAATNYA MENUNJUKAN BAHWA HIDUP INI MUDAH DAN INDAH. HANYA TERGANTUNG APA YANG KITA RASAKAN DAN PIKIRKAN.

Dan kali ini aku katakan kepadamu, mungkin sudah kesekian kalinya keluar dari mulutku.
BANTU AKU MELENGKAPI KEKURANGAN DAN KELEMAHANKU.

Semoga bukan hanya sekedar di angan.

Comments

Popular Posts