Perjalanan Po - Smg

SemarangDimulai oleh hasil kerja iseng anak desa yang hidupnya bermula dari main photo di salah satu percetakan di Ponorogo, hasil kreatifitasnya mungkin belum ada arti apa-apa buat perkembangan kota Ponorogo....
di ambilnya keputusan untuk merantau di luar kota, berharap akan ada bayangan atau ide cemerlang dia dapet di sana….
Datanglah dia di sebuah Ibukota propinsi Jawa Tengah, ya Semarang. Ajakan untuk dapet kerjaan di dapet dari salah satu kerabat untuk bisa ikut membantu di perusahaannya, Pratama Jaya. Perusahan mebel eksport ini membutuhkan tangan-tangan orang yang bisa mengembangan pemasukan pabrik, dalam kondisi  keuangan yang kritis. Saat itu dia sudah berandai-andai untuk bisa ikut serta membangun perusahaan semakin maju dan berkembang. Berangkat pagi pulang sore menjelang malam pernah dia rasakan disana. Sampe akhirnya penyakit  malas situ datang, ga mau masuk kantor dan di rumah dengan aktifitas nganter adek sepupunya berangkat ke sekolah. Mulai pagi dia nganter adeknya itu bawa mobil mewah…..(wah, kayak bos aja padahal cuman sopir)
Dari pengalaman sebelumnya, dia pernah ikut saudaranya yang ada di gresik. Disana dia hanya sebagai orang suruhan atau mungkin setara dengan kuli….(ga pake ner)
Mulai ngangkut pasir sampe kayu pernah dilakoninya…..
Kita tinggalkan masa di gresik…

Sampai pada suatu saat, dia merasakan kebingungan antara kenyaman kerjanya. Fasilitas mobil itu mungkin menjadikan masalah, apa lagi si pembokat yang sering mengadu bila ada masalah kecil. Masih mending kalau cuman dia cerita kenyataan, tapi disini dia cerita gombal……mungkin iri dengan fasilitas yang dipake atau apalah gak tau apa maksudnya…
Sampai akhirnya munculnya info, kerabat (paman) denger sesuatu dari mana juga gak tau bila dia di semarang hanya mendhem alias mabuk-mabukan……
Waduh, ini yang menjadi bingung…..
Ada apa lagi nie……
Kebingungan itu  muncul di tambah dengan jenuhnya kerjaan dan aktifitasnya….
Perasaan ingin segera melepaskan diri dari beban kerja di tempat orang apa lagi saudara semakin memanas….
Sampai akhirnya keluarlah dia dari perusahaan itu sekaligus rumah dimana dia menikmati mewahnya……(bukan berarti disana cuman bermalas-malasan)

Ada masalah di keluarga yang membuat semua ini, kemauan seorang BOS (sebenarnya pamannya) yang ga bisa elastis kepada anak buahnya…..(bakal panjang bila harus di ceritakan….)

Nah, kebetulan ada salah satu sepupunya yang tinggal di semarang juga….
Dia eks pabrik itu juga, dia malah sudah 4 tahun mengabdikan dirinya….
Tapi dia sekarang sudah usaha sendiri,…..
Di ajak lah dia untuk ikut membantu di usaha kakak sepupunya itu…

Klipang, daerah itu biasa terdengar dari masyarakat sekitar.
20 km dari simpang lima (pusat kota semarang).
Disana dia bertemu dengan anggota yang lain, di sana ada 2 anak yang sudah lama membantu usaha kakaknya itu….

to be continue................

**maaf sebelumnya bila cerita ini hanya omongan gombal
saya hanya mau berbagi di tengah kepusingan dan kejenuhan.
semoga menjadi lebih baik............

Comments

Popular Posts