AKU JATUH TERKAPAR SAKIT!!!

Perjalanan masih tetap berlangsung, hidup pun seakan tak mau menolak apa yang akan terjadi kelak. Beberapa waktu yang lalu, dia berkata AKU JATUH TERKAPAR SAKIT!!! Sebuah kalimat yang membuatku merasa kaget seolah tak percaya, anak yang seperti dia ternyata mampuu berkata demikian. Teringat akan pesan seorang maestro motivator bahwa, sakit itu adalah SUGESTI. Sebuah kata sederhana yang mungkin sebagian dari anda sering ucapkan di kala kondisi tubuh sedang kurang enak.Terasa beda saat saya merasakan hal demikian, setelah mengetahui pesan tersebut saya sangat hati-hati dalam menggunakan pengucapan kata. Apalagi melakukan pengulangan kata-kata yang negatif, wah buat saya hampir tidak pernah terucapkan. Baik, mari kita coba bersama dalam sebuah praktek kecil di sekitar anda dalam beberapa waktu ke depan. Siapkan kondisi badan anda dalam keadaan super duper FIT.


Seperti halnya anda berangkat aktivitas setiap hari. Anda awali dengan perkataan positif dan penuh semangat, disaat anda pertama kali bangun tidur, mandi, sarapan, perjalanan menuju tempat aktivitas, sampai anda kembali lagi di rumah. Perkataan yang anda sebutkan harus bersifat membuka pikiran yang mungkin biasanya anda alami itu akan gagal. Biasanya anda terlambat absen masuk, atau susah bangun pagi, atau jarang sarapan, biasakan anda mencoba melatih kemampuan pikiran positif. Tak perlu berambisi dan berlebihan, hanya perlu sedikit kemauan mencoba bahwa sesungguhnya anda bukanlah seorang yang lemah di kala menghadapi sebuah masalah.

Sebaliknya, bila anda ingin mencoba sisi negatifnya silakan lakukan perkataan yang berlawanan dari contoh di atas. Setelah itu, apa yang anda rasakan dan dapatkan dari contoh singkat itu??? Semalam saya bertemu dengan seorang sahabat, dia adalah teman di kala duduk di bangku SMA. Orangnya tidak terlalu tinggi, tapi cukup mempunyai nyali dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Sebut saja namanya Aping, di sebuah rumah yang terletak sebelah timur kota Ponorogo itu kita saling cerita akan kemampuan pikiran dan penerapan cinta dan usaha.

Saat itu, nampak wajah murungnya yang berlipat-lipat mirip pakaian yang baru di cuci dan belum di setrika. Uhhhh, kenapa lagi ni anak….?? Pertanyaan yang aku siapkan untuk dia, selang beberapa saat dia pun berkata “Hanya karena hal sepele” berulang-ulang. Masih belum paham dengan apa yang dia maksud tersebut. Saya pun langsung memberikan pertanyaan kepada dia, ada apa toh sebenarnya?? Kok seperti berat banget pikirannya??? Hmmmm, dia hanya terdiam sambil ‘uthek-uthek’ hapenya. Hmmm, sebenarnya hanya karena hal kecil yang membuat hari ini membingungkanku, ujar dia bercerita dengan semangat!!! Jadi begini ceritanya, tadi sore saya jalan dengan seorang cewek, nah saya naik motor ma dia keliling kota sambil menghabiskan sore bersama. Awalnya biasa saja, tak ada sedikitpun masalah.

Hingga akhirnya waktu saya lewat di salah satu jalan, ku bertemu dengan beberapa teman yang sedang nongkrong di pinggir jalan.Waktu itu saya merasa kaget dan bingung, mungkin karena status saya dengan cewek itu belum seperti orang yang biasanya sudah pacaran, maklum masih dalam proses PDKT, katanya dengan ngos-ngosan,,,,

Santai saja bro, gak usah berlebihan ceritanya…. Ntar malah capek loh… :D, ambil nafas dulu lalu tahan… keluarkan lagi….. Ok??? Mari dilanjutkan ceritanya…. Nah, saat itu yang terbesit di pikiranku hanya bagaimana caranya biar saya ndak di anggap playboy atau tanggapan mereka tetap positif??? Akhirnya saya menutup jaca helm standart, sambil berlalu dari hadapan teman-teman tersebut. Tidak ada sedikitpun maksud untuk menyakiti atau menyinggung perasaan sang cewek. Tapi ternyata apa yang saya lakukan malah membuat dia ga mood denganku. Dia malah bertanya kepadaku, apa kamu malu jalan ma aku??? Apa maksud kamu???? Sudahlah aku tidak mood lagi denganmu, kata si cewek dengan sinis.

Nampak wajah yang bingung dari sosok temanku itu ketika bercerita. Hingga malam tiba, teman saya itu mengirim sebuah sms kepada sang cewek, “ya sudahlah kalau kamu tak mau ngomong sama aku, yang penting aku sudah minta maaf atas kejadian tadi sore…” lalu pesan itu tidak mendapatkan respon dari sang cewek hingga waktu sudah menunjukkan tengah malam. Dengan segenap usaha, dia ingin berbagi beban dan cerita tentang kasus itu kepada teman. Mungkin siapa tahu, bisa kasih solusi atau bisa ikut memikirkan bagaimana langkah yang tepat untuk menanggapi masalah tersebut. Saya pun mulai bertindak, halah kayak dukun cinta aja nie si Pardi…. Wkwkwkwkw…

Percaya atau tidak percaya tentang suatu kepercayaan akan kejadian dan yang akan terjadi, bila sebelumnya sudah berkata bingung, menyerah, putus asa ataupun angkat tangan, hampir bisa di prediksikan semuanya tidak jauh dari apa yang diucapkan. Ah, nanti kalau gagal gimana??? Nanti kalau tidak berhasil gimana??? Kalau tidak berhasil??? Kalau tersesat??? Kalau, jikalau, gimana, bagaimana, atau ada hubungannya dengan kegagalan jangan sampai anda ucapkan ketika akan melakukan aktivitas!!!! Kembali ke cerita kawan saya itu, sekarang begini saja Ping, sapaan akrabnya…. Kamu tenang saja, rileks dan pikirkan hal positif tentang kejadian sore tadi. Mungkin memang kamu salah di mata dia, tapi bukan berarti kamu sepenuhnya salah dan tidak punya alasan untuk membela diri. Ini sekedar saran ku akan kejadian yang telah aku lakukan selama ini. Gunakan kata-kata dalam meminta maaf, mungkin sebagian orang akan menerima apa yang akan kamu ucapkan. (kalau ucapan kata-kata itu masuk akal) Puji dia, sanjung dia seakan kamu sudah memiliki dia sepenuhnya. Berikan dia kata yang mampu melunturkan emosi dan mood dia kembali lagi. Dalam memberikan kata-kata tersebut, usahakan jangan menggunakan kata-kata singkatan atau ejaan gaul jaman sekarang.

Comments

Post a Comment

Popular Posts