Budaya menyapa

salam sapaKetika pertama kali menempuh perjalanan luar kota, terasa lemas dan tak terbayangkan betapa panas suasana ruangan mobil itu. Campuran antara panas sinar matahari, mesin dan panas suhu tubuh seiring dengan proses pembakaran lemak, apalagi kalau sudah keringat mengucur deras… Wah, pasti menambah riuh diri kita saat itu… hahahahha


Tapi kali ini saya tidak ingin membahas tentang suasana mobil dikala perjalanan jauh, ada sedikit ulasan dari beberapa kejadian yang saya alami. Mungkin bisa bermanfaat kepada teman-teman sekalian, tidak lebih dari sebuah coretan kecil dari saya tentang bagaimana indahnya saling asah dan asuh.



Baik, mari kita bahas bersama (bagi yang mau ikut mbahas…. :D), kadang diantara kita mungkin anda sendiri pernah mengalami bagaimana suatu hubungan dapat terjalin secara alami???


Atau mungkin sebuah hubungan antara anda dan orang terdekat anda dapat menciptakan keselarasan dalam melewati hari-hari bersama???


Orang terdekat yang saya maksud disini bukanlah seorang saudara maupun ada ikatan keluarga diantara kita, tapi orang lain yang kita temukan dalam sebuah pertemuan tak sengaja. Hingga berlanjut sampai seperti keluarga atau bahkan pendamping hidup anda.


Tak peduli dikala itu bagaimana cara pikirnya atau latar belakang kehidupannya, hanya suatu keyakinan dalam diri atau semacam perasaan yang berbeda dengan biasanya. Kecocokan yang tak terlihat kadang bisa membuat suatu hubungan langgeng dan bertahan hingga akhir dunia.


budaya menyapa indonesiaBagi saya pribadi, menjalin hubungan dengan semua orang yang kutemui adalah bentuk aktivitas kegemaran saya. Saling menyapa dan mengucapsalam, selalu saya coba berikan kepada semua orang yang saya temui. Mulai dari sahabat, teman, orang baru kenal atau bahkan orang yang membenci saya. Sebuah kegiatan yang mungkin tidak semua orang bisa melakukannya , seakan canggung dan bingung ketika harus melambaikan tangan atau berjabat tangan. Perkenalan demi perkenalan dari orang yang saya temui, secara tidak langsung membuat sebuah kontak batin diantara saya dan orang tersebut.


Kenapa??


Saya melakukannya dengan niat kekeluargaan, tanpa ada maksud apapun dari perkenalan awal tersebut. Sama halnya ketika saya bertemu dengan seorang remaja seumuran 3 tahun dibawah saya beberapa tahun yang lalu. Perkenalan dari dunia maya membuat kita saling kenal dan saling sapa, saat itu sedang terjadi “perang” warga Ponorogo dengan Seni Tari Reyog melawan Malaysia dengan Tari Barongan. Pertempuran sengit di dunia maya semakin merajalela, mulai dari hacking website, pembakaran bendera, caci maki produk masing-masing, bahkan perubahan sebuah lagu kebangsaan. Tak pernah tatap muka dan saling sapa secara langsung, hanya lewat layar monitor computer kita saling berinteraksi. Tapi saat ini mari kita bersama lupakan bahasan tentang Malaysia dan Indonesia. Persamaan yang saya temukan memang tergolong unik dan aneh. Disaat saya berbincang dengan dia, pembicaraan kita tidak ada yang nyambung dan bahasanya meloncat-loncat. Wah, saya mulai bingung nie sama nie anak. Apa maksud dari semua ini???


Perkenalan kami pun berlanjut hingga akhirnya saya bisa bertemu dengan dia.


Sapaan pertama kali yang diucapkannya adalah hai bagaimana kabar Reyog Ponorogo???


Komunitas Blogger PonorogoApakah sudah menjadi hak milik warga Ponorogo sepenuhnya???


Wah, kok bisa bisanya bue anak menyapaku dengan pertanyaan tersebut.


Saya pun menjawab dengan jawaban yang aneh. Ya yang penting saya bisa makan dan tidur nyenyak, tentu sudah aman semua jiwa dan raga di dunia saya. Hehehehhe



Kenapa saya mencotohkan perkenalan saya dengan remaja gaul itu???


Saya merasakan keanehan ini suatu saat akan menjadi sebuah kekuatan besar dalam menghadapi tantangan global. Semoga perkenalan kami yang aneh bisa menjadi inspirasi teman-teman sekalian.


Satu lagi, BUDAYA SALING MENYAPA SEBAGAI ALAT PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA!!!

Comments

Post a Comment

Popular Posts