Menikmati Kopi mbah Tekluk

Menikmati secangkir kopi di pagi hari merupakan hal utama buat sekumpulan orang yang ada di warung Mbah Tekluk ini. Dengan muka belum sempurna, merela pada kumpul untuk menikmati hangatnya kopi bersama teman. Matahari belum meenunjukkan hangatnya, suasana sudah mulai ramai dengan seiring aktivitas pasar di sebelah selatan warung ini. Ok, mari kita nikmati kopi ini dengan semangat kemerdekaan!!!

Hari ini adalah kesempatan saya untuk bisa berinteraksi dengan mereka yang sering ‘ngopi’ diwarung tersebut. Tepatnya pukul 05.30 WIB saya sudah meluncur ke lokasi, disana ternyata sudah sangat ramai sekali, nampak orang berjajar rapi dengan sajian gorengan + minuman favorite mereka. Saya masih bingung dengan apa yang akan kulakukan apabila saya sudah berada di warung tersebut, antara kebingungan dan keinginan. Ditemani adik tercinta, kucoba memulai hari ini dengan secangkir kopi dan hisapan batang rokok. Kami berdua ngobrol masala persiapan acara 17an dan persiapan menghadiri acara Ulang tahun Blogger Ponorogo. Kebetulan waktu itu, kita mendapat orderan website salah satu server pulsa di Ponorogo. Ya namannya kebetulan, segala urusan tentang web dan segala pemasaran online marketingnya kami yang mengerjakan. Tawaran tersebut datang dari Ownernya langsung. Mungkin kali ini Dewi Fortuna sedang berpihak kepada kami. Konsep tentang media promosi yang akan dilakukan oleh perusahaan itu adalah KONTES SEO ERAnet. Dalam waktu dekat, acara akan segera di gelar. Hadiah cukup menggiurkan, total hadiah hampir 3juta rupiah. Kesempatan kepada anda pecinta KONTES SEO kali ini bersama ERAnet.


Setelah duduk manis selama 15 menit, ada rombongan 3 orang nampak di sebelah selatan. Hahahhahaaa, ternyata mereka adalah pecinta photography juga…. Loh, kok pake juga??? Apakah dirimu juga pecinta photography??? Hehehhehehe biaralah, siapapun diriku yang jelas saya juga suka photo. :D

Setelah berbasa-basi tak jelas, pembicaraan kami semakin ga jelas kemana arah tujuannya. Mulai dari bicara komunitas hingga pemerintahan, byouhhhh kita kayak pejabat berdasi di timur alun-alun Ponorogo itu. Loh, emangnya kita ini siapa toh??? Wajar dong kalau saya menganggap diri sendiri sebagai anggota dewan???@&$(@ Waduh, bisa kena semprit ndak yah sama mereka?? Seorang pemuda desa yang tak ingin budaya Indonesia ini berpindah tangan, tekat dan semangatnya selalu membara demi terciptanya kehidupan berbudaya dan sejahtera seluruh warga Indonesia.

Jadi begini ceritanya, disaat kopi saya sudah mulai surut, disanalah pembicaraan tentang Kekompakkan Komunitas Ponorogo Dimana?? Begitu banyak komunitas, club atau perkumpulan, tapi dimana semangat mereka untuk bersatu masih sangat kurang. Boleh saya memberikan sedikit cerita tentang sebuah komunitas yang ada di Ponorogo??? Pasti bolehlah, hehehhee Saya melihat kebersatuan mereka sangatlah lemah antar komunitas lain, apalagi kalau sesama bidang. Misalnya komunitas A, ingat ini hanya missal, tidak ada maksud apapun….. Komunitas A adalah pecinta seni musik tradisional gamelan khususnya, mereka satu komunitas cukup kompak dalam aktivitas keseharian internal komunitas itu sendiri. Nah, disebelah kanan ada komunitas B mereka adalah pecinta musik tradisional angklung, tidak beda jauh dengan komunitas A, disini pun sangat baik kekompakan mereka dalam beraktivitas. Sekarang yang jadi pokok pertanyaan, bagaimana seandainya A+B = AB+?????

Dua komunitas sejenis bila bergabung akan sangat kuat dalam menghadapi masalah, tentu sudah menjadi tujuan bersama bahwa dengan berkomunitas akan dapat saling asah asih dan asuh. Tidak ada rasa saling menggurui, semuanya belajar dan berkembang. Sebenarnya titik utama berada disini. Tujuan bersama!!!

Apa tujuan persamaan yang dapat menggabungkan beberapa komunitas menjadi lebih kuat dan besar. Dalam hal ini bukan melebur menjadi satu komunitas, akan tetapi kebersamaan dalam ikut mengembangkan Kebudayaan itu sendiri.

Comments

Popular Posts