Kedewasaan Budaya

Hari ini saya berjalan menyusuri panas teriknya kota kecil ini dengan semangat baru, berharap akan mendapatkan sebuah mimpi baru dan aplikasi dalam membuat bertahan daya tahan tubuh.

Waktu sudah menunjukkan pukul 13.20 WIB, disaat puncak titik panas matahari setiap harinya. Entah karena apa, saya merasakan keanehan ketika mengalami kejadian semalam. Kejadian yang memang harus saya terima dengan penuh tanggung jawab dan rendah hati, ya memang saya akui kesalahan mungkin berawal dari saya. Tapi bukannya sepenuhnya, harus ditelusuri lebih lanjut tentang letak awal masalah ini. Bukannya saya emosi atau marah menanggapi pernyataan seorang yang selama ini saya anggap saudara. Di sisi lain kemampuan yang dimiliki dia sungguh sangat mencengangkan otak kecil saya.

Kenapa???


Seseorang yang kutemukan beberapa tahun yang lalu ini, ternyata mempunyai kemampuan yang sangat luar biasa. Waktu itu kondisi di daerah sedang tidak stabil, konfrontasi antara Malaysia dan Indonesia menambah cacatan sejarah kemajuan budaya Indonesia. Di tengah ramai orang membicarakan masalah itu, demo kontra menyebar di seluruh penjuru Indonesia. Mulai dari aksi bakar bendera, hingga pemblokiran website antara keduanya terjadi sangat menegangkan.

Indonesia yang mempunyai ribuan budaya ini tiba-tiba ada sebuah pengakuan dari Negara tetangga, mereka bilang bahwa itu kebudyaan mereka. Entah darimana awal permasalahan ini di mulai, secara mendadak mencuat ke permukaan. Hingga saat ini suasana mencekam masih terasa bila anda memasuki sebuah room messenger atau room chating di internet. Caci makian antara kedua bangsa terjadi dengan hangat,,, hahahha kok hangat??? Memanas kalau begitu….

Tapi semuanya memang sudah di persiapkan untuk bisa saling mengahncurkan dan menjatuhkan. Ya katanya Negara serumpun, tetangga yang saling mengingatkan bila diantara keduanya sedang melanggar aturan yang telah disepakati bersama…

Saling menjalin kerjasama dalam pembangunan daerah masing-masing, saling menjaga keamanan dan ketertiban demi kedamaian dunia.

Tapi kali ini suasana semakin memanas, semakin meruncing, bila Tuhan nanti berkehendak akan terjadi perang, apa yang akan terjadi yak???

BTW, mari kita lanjutkan bahasan sebelumnya tentang seorang yang di mataku bisa menjadi contoh kepada teman-teman. Disaat semangat mulai memudar, pandangan berbisnis pun mulai terasa lesu, teman sebagai motivator pendukung diantara musuh dalam diri kita sendiri. Walau sesungguhnya musuh terbesar dalam hidup ini adalah diri kita sendiri. Percaya tidak percaya, sebuah kehidupan tak terasa nikmat bila harus dirasakan sendiri tanpa orang yang selalu ada di samping kita. Seakan hambar dan tak berasa apa-apa semua yang sudah menjadi impian semua insane di dunia ini. Wuih,,,, aku kok jadi sok-sokan gini yah??? Tapi biarlah…

Pertama dengan tampang seseorang pemuda berusia 18 tahun, usia yang cukup untuk menuju kedewasaan. Disaat kehidupan lain menunjukan peranannya dalam mencapai kebahagiaan, dari sanalah usia kedewasaan itu dimulai. Persiapan menuju kemapanan kehidupan sebenarnya, sangat jarang ditemukan pemuda-pemuda hebat di usia itu. Usia yang memang diantara kehidupan remaja menuju dewasa, perasaan masa sekolah menjadi masalah yang paling utama seirama pertambahan usia. 15 – 21 tahun mungkin proses terberat seseorang dalam melewati perkembangan hidup.

Tapi semuanya tergantung dengan pergaulan dan siapa teman kita menghabiskan waktu, karena karakter seseorang bisa tercipta dengan kebiasaan sehari-hari. Kebiasaan yang dilakukan terus menerus dan berulang. Percaya dah, kalau anda bisa melakukan kebiasaan yang membuat anda semakin nampak dewasa ketika sering bercakap dengan orang yang lebih dewasa dari diri kita. Lakukan dan buktikan, bahwa anda bisa mempercepat masa kedewasaan!!!

Jangan menunggu, terus menjemput impian itu hingga bisa merasakan hikmah sebenarnya. No action no points.

Mari berkarya sebebas mereka yang sudah membuktikan kehebatan diri mereka dalam mencapai kebahagiaan.

Comments

  1. Sekedar ide dan saran untuk kelangsungan Budaya dan Kedewasaannya..

    ReplyDelete
  2. Terima kasih... THANKS>>>

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts