Berkaca pada awan...

Sesuatu kembali hadir di tengah kejamnya cuaca panas kota Ponorogo.langit-kopi


Entah ini yang disebut keindahan atau semangat untuk bisa terus berkarier. Sesuatu yang bercaya terang dengan kilau cahaya ultra, membangunkan tidur setengah sadarku. Yeah, apakah ini???

Setelah berjalan sembari menimang keadaan, seperti hujan deras ditengah retaknya tanah pertanian. Aroma khas tanah yang baru saja terkena air hujan menambah segarnya keadaan saat itu. Semakin menimang lebih dalam dan menikmati secangkir teh bikinan tetangga menghangatkan tenggorokan sesaat setelah menemukan keindahan lain itu.

Nah, apa yang sebenarnya terjadi di sini??? sesuatu yang kadang membingungkan banyak orang dalam mengambil keputusan!!! Saat ini mungkin sudah banyak kisah yang menimpa kerabat atau orang terdekat kita, ntah karena keadaan ekonomi, sosial, hati atau perasaan.

Bila anda sedang berada di sisi sebuah air yang menggenang atau air sungai, coba apa yang bisa anda lihat di sana???

tentu banyak pantulan yang bisa anda lihat dengan kedua atau satu mata anda. Sebuah keindahan yang tidak secara langsung bisa dinikmatin. Sebuah cermin besar atau pecahan kaca yang mampu memantulkan apa yang berada di atasnya. Sekeruh-keruhnya air tersebut, tentunya banyak hal yang bisa kita lihat. Mungkin debu-debu yang mengapung di tengah keruhnya air coklat itu.

Mungkin anda akan berkata BINGUNG, apa maksud dari praktek tentang melihat kubangan air disisi anda???

langit biru

Sebenarnya tidak ada maksud apapun tentang air, hanya yang menurut saya berkesan ketika bisa melihat awan dengan kubangan air yang berada tidak jauh dari sekitar saya. Awan biru akan semakin bermakna apa yang bisa kita rasakan. Ketika bentuk awan berubah-ubah karena gerakan angin ataupun menguapnya air hingga berwarna hitam kelam.

Mungkin ga sih, apa yang kita lihat tidak sama dengan kenyataan???

tentu sebagian besar dari anda akan berkata, sama ataupun tidak sama.

Untuk itu saya ibaratkan berkaca dengan awan, awan tidak berada dalam kondisi terbaiknya atau terindahnya.

Ketika manusia melihat awan terindah, belum tentu bisa dinikmati hal serupa oleh teman anda dalam selisih waktu yang sangat kecil. Ya, itulah indahnya awan. Keindahannya selalu tidak dapat semua orang melihat secara bersamaan.

Sebuah perumpamaan terungkap disini.

kenapa kita tak bercermin ke awan??


Kenapa tidak kita sampaikan apa yang menjadi halangan dalam berjalan??

Menyusuri awan dengan penuh semangat, membuktikan betapa seriusnya menikmati indahnya awan itu. Biru dan kelambu semburat putih menambah indahnya.

Inovasi yang dihasilkan sangat variatif, seandainya otak manusia bisa melakukan hal serupa... pasti tidak akan ada lagi mati ide atau stagnasi seperti tulisan saya sebelumnya. Awan sebenarnya sangat mungkin sebagai media inspirasi dalam berkarya. Tetapi tidak untuk hal bercinta.

Pardmimo

Comments

Popular Posts