Rujakan solusi nyidam??

Panas terik matahari membakar rerumputan samping kanan rumah, keringat pun mulai membasahi kaos. sepertinya akan semakin segar, bila makan sesuatu yang dapat mengucurkan keringat lebih banyak lagi. sambil makan trus bareng-bareng, panas, pedes plus rebutan... Wah, pasti tambah rame nie!!!!

Beberapa orang dari team Katob Production telah mengambil posisi masing-masing, buah belum tersedia. Tiba-tiba ada seorang teman lama datang menawarkan buah pencitnya... (padahal sudah bukan pencit lagi... :P).



Ada yang mempersiapkan bumbu sambalnya, cabe, garam, gula merah, dan tentunya ulegan.. (basa Indonesianya apaan??? :D) Diantaranya masih tiduran di depan televisi, wah sepertinya mereka kurang tertarik nie sama Rujak buah.

Saya langsung ambil ulegan dan bumbu yang sudah tersedia, oiya ada yang mengambil buah jambu air di belakang rumah. Wah buah jambunya kali ini enak dan nampak merangsang, ditambah yang punya pohon ini adalah bapaknya temen ku...  :D Belum jaminan kalau sudah ikhlas jambunya... hahahha, tapi asal kalau ngambil trus dihabiskan ga apa-apa.

Lanjut, Racikan sambal sudah mulai dihaluskan. Cabe merah sebesar jari telunjuk sejumlah 6 buah, telah menempati uleg-ulegan ditemani dengan gula merah bulat sebanyak 5 buah ditambah sedikit garam. Mulai menggoyangkan uleg-ulegnya perlahan, pertama cabe dan garam haluskan sehalus-halusnya. Pokoknya sampai halus banget dah, jangan sampai tertinggal mana yang belum halus. :D

nampak di depan saya, ada seorang teman bernama fuad (nama sebenarnya) sedang mengonceki mangga muda hasil bawaannya dari rumah. Katanya, pisaunya ga ada yang lebih ga tajam lagi??? hehehhe tangannya sampai ga tahan.

Biarkan saja sejenak, dia bergelut dengan mangga mudanya.... katanya sih mangga muda, tapi kok sudah berwarna kuning?? ini mah sudah bukan lagi mangga muda!! ini sudah matang!!! alias Kemampo...

Tapi sepertinya bukan menjadi sebuah masalah besar buat kami yang sudah mengalami nyidam. hahahhaa

Sebilah pisau dapur kurang tajam pun menguliti mangga itu dengan cepatnya (sedikit perjuangan).

Setelah bebeberapa menit kemudian, mangga sudah selesai di kuliti, sambal pun sudah siap untuk di colek dengan irisan mangga yang katanya muda itu.... :D

Setelah  Fuad menyetorkan mangga mudanya ke wadah yang sudah disiapkan, sambal pun sudah siap, tangan langsung mengambil sebuah mangga besar untuk selanjutnya di potong iris tipis...

sudah nampak muka-muka penasaran dari beberapa teman saya yang sudah sekian waktu menunggu  penasaran, gimana sih rasanya sambal itu??? kok sepertinya sudah menggetarkan rongga mulut nie....

Satu persatu mangga telah di iris tipis, wah.... ada yang berteriak kencang sekali sembari masuk kedalam rumah. Sepertinya dia mengalami kepedesan....

sambil berlari menuju galon di pojokan kantor, dia bergegas minum. hahahhahaa.... tibaknya bocahnya pedesan ya?? wkwkwkwkwkwkw

Belum usai olehku mengiris buah mangga itu, beberapa teman sudah hampir menyerah.

Tak pake tanya lama, seorang yang berbadan gemuk itu mengusulkan untuk membeli kerupuk bawang gorengan pasir.

Kembali si Fuad meluncur dengan cepatnya sambil membawa uang lima ribu yang diberikan oleh sodara Gajah aka Dans.

ngacir maning sono sob..... wjkwkkwkwkw

tanpa memakai helm pun dia melaju dengan cepat, eh beberapa menit sudah kembali lagi.

Katanya ada Polisi, takut dia kalau kena operasi...

Lalu, bagaimana nasib saya???

Sambal sudah mengawe-ngawe untuk segera di cicipin.....

Akhirnya selesai juga mengiris buah mangganya, mencoba mencicipi sambal cap pardi ini....

wahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.... benar-benar nendang banget!!! Panas plus pedas!@_@

hahahhahahaa

tak terima dengan perilaku teman-teman yang lain, jambu airnya pun ikut diiris.

Mangganya sudah manis, lha rasanya sudah tak asam atau kecut lagi.... hahahah (bahasa saya kok kesana kemari yak???)

Comments

Popular Posts