Kisah cerita babak belur di Batam

 pardicukup on Sat Oct 04, 2008 1:35 am

Sore tadi saya sedang Online di Engku Putri,
suasana nampak lengang di meja dengan panas yang cukup menyengat.
Kumulai dengan membuka laptop (hasil pinjem temen), mulailah browsing sampai dimana perkembangan acara Batam Food Festival 2008 itu. Ada beberapa balasan (post) masuk ke email. Menanyakan info hotel terdekat lokasi acara. Berikut petikan emailnya :

pipie langstrum
ke sayatunjukkan rincian 2 Okt (2 hari yang lalu)Balassaya ingin sekali hadir di batm food festival,
bisa mohon info hotel terdekat dgn tempat acara ?
terima kasih..

elfi

setelah membalas email itu, ada teman saya dateng menemani. tak terasa waktu sudah gelap, menunjuk pukul 19.45 Wib. Beberapa saat kemudian temen saya minta di beliin minum, maklum di Taman Internet Engku Putri tidak ada yang jualan minum dan makanan.
Ya terpaksa jalan kedepan, eh ketemu beberapa gerobak pedagang kaki lima.
saya beli dua buat minuman ringan dan sebungkus rokok. setelah saya beli minuman itu, saya kembali ke meja. kasian temenku dah kehausan....
Setelah sampai di meja, saya berpikir bagaimana kalau mengajak pedagang kaki lima itu ikut serta dalam acara Batam Food Festival???
sambil sharing sama temen ku, sebut namanya Fery (asli jogja) bagaimana ya bos caranya ngajak mereka gabung??
dia pun menyarankan untuk datengin mereka (pedagang kaki lima).
dengan modal beberapa pamflet, saya beranikan nyamperin mereka.

Kutemukan penjual makanan dan minuman di ujung dekat Mega Mall, saya mencoba mendekati sang penjual. Nampak ibu-ibu berada di dalam grobak kecil kira-kira ukuran 2 x 1 Meter. Terdengar olehku suara tangisan anak kecil dari dalam gerobak itu. Setelah nyampe di depan gerobak itu, saya membeli sebungkus rokok untuk lebih dekat dengan dia. Kukeluarkan uang 10 ribuan, untuk dapat sebungkus rokok itu. Setelah itu, saya berjalan di balik gerobak itu. Saya kembali berusaha bagaimana mendapat informasi dari ibu itu. Selang bebrapa saat, dengan menyalakan sebatang rokok (minjem korek ibu itu). Kembali kuberanikan nyari informasi.

Akhirnya lewat pintu sebelah gerobak yang terbuka, saya membuka percakapan dengan dia. Ucapan salam saya lantunkan untuk lebih akrab. Dengan memberi sebuah brosur, ibu itu nampak takut dan tidak percaya kepada saya. dengan terus melakukan pendekatan, akhirnya ibu itu bercerita.


" Ibu sudah lama jualan disini??" tanyaku dengan lirih...
"owh, sudah lama....kurang lebih 5 tahun saya jualan. Itu dulu sebelum ada Mega Mall dan Pelabuhan Fery masih baru dibangun" Jawab Si Ibu
"apa ada persyaratan untuk bisa jualan disini??" tanyaku kembali sambil menatap ibu
"owh, selama ini saya hanya membayar retribusi ke Dinas Pasar dan untuk pengadaan kebersihan, penyimpanan gerobak dan listrik." Jawab Si Ibu dengan semangat...
"berapa pengeluaran ibu selama sebulan??" tanyaku..
"eh, panggil saja Uni. Saya orang Padang kok dik...
pengeluaran untuk usaha disini sebenarnya lumayan besar loh dik....
kurang lebih 600 rb." jawab ibu.
"Kalo boleh tahu, itu untuk apa saja Uni???" tanyaku..
"itu untuk keperluan
retribusi kebersihan Rp. 2000 /malam
retribusi Dinas Pasar Rp. 1000 /malam
retribusi listrik Rp. 5000 /malam
(ada pembayaran 300 rb itu untuk apa saya lupa)"


sambil memperinci pengeluaran itu,
2000 x 30 hari = Rp. 60.000,00
1000 x 30 hari = Rp. 30.000,00
5000 x 30 hari = Rp. 150.000,00
jadi Rp. 240.000,00 + Rp. 300.000,00 = Rp. 540.000,00

ya kurang lebih saya mengeluarkan 600 rb dik untuk operasional disini.

"Kalo boleh tahu, berapa pendapatan ibu selama semalam?? Kalao boleh tahu loh Uni..." tanyaku kepada Uni Eni

"ya sekarang sudah tidak banyak lagi, gara-gara cuman malam saja bisa jualannya... Dulu sih, sampai 600 - 750 rb perhari. Sekarang sudah tidak sampai segitu dik. Paling hanya 300 - 400 rb. Ya, Itung-itung membantu mencukupi kebutuhan keluarga. kalau cuman mengharap pemasukan dari Suami saja tidak cukup. Sedangkan pengeluaran lebih besar dari pendapatan Suami. Ya, Alhamdulilah selama ini kebutuhan dapur masih tercukupi. Sedangkan kebutuhan sekolah, dari pemasukan sang suami. lumayan lah dik saya bisa menabung walau tak seberapa, saya bisa membeli perabotan rumah tangga dan lain-lainnya." jawab ibu dengan penuh perasaan.
Ibu dua anak ini, anak yang pertama sudah kelas 3 (tiga) SD, sedangkan anak keduanya masih usia 3 tahun. Nampak sekali anak keduanya tertidur di gerobak itu. Si Ibu langsung meraih selembar kertas, untuk menghentikan tangisan anaknya yang kepanasan.

setelah beberapa saat, gantian saya menceritakan konsep acara Batam Food Festival.
Inti event ini adalah mengajak bersama para pengusaha kecil untuk bisa menjual produknya semakin banyak dan lancar. Disana nanti akan ada sebuah forum, dimana akan di hadiri para pejabat PEMKO dan beberapa moderator Entrepreneur Acociation Batam. Sehingga ibu dan bapak sekalian bisa cerita apa keluhan dan kesulitan yang dihadapi selama ini....mungkin ada impian atau harapan kepada Bapak-bapak yang ada di Gedung Pemko untuk usaha orang kecil ini.
------------------------------------------------------------------------------>
Keburu sudah jam 01.18 WIB, lokasi taman Internet Engku Putri sudah agak sepi. ada beberapa orang disamping dengan dua laptop, ada 5-8 orang di meja paling ujung. Kayaknya komunitas Skater, nampak ada yang rambutnya cuman ditengah (mirip gogon) cuman dia agak panjang.

Kayaknya udah dulu untuk Part 1, besuk saya lanjut kembali....

Thanks,

Pardicukup


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

pardicukup on Mon Oct 06, 2008 3:27 am

baiklah, saya lanjut kembali sedikit cerita dengan pedagang kaki lima samping lap. Engku Putri, Batam Center. Hari ini mengalami banyak kejadian, dari bangun siang sampai di jalan ketemu ama kebakaran dan pas tadi siang ga bisa ngenet di Engku Putri, ruame banget.

akhirnya pagi ini bisa tongkrongin gubug Internet ini.

Setelah kemaren saya ceritakan ibu-ibu yang ada di ujung (paling dekat Mega Mall), sekarang saya lanjut mencari tahu. Siapa yang paling di hormati di lingkungan sini.

"Uni, boleh saya tahu?? Disini yang paling dihormati atau yang mengkomando siapa??" tanyaku.
"kalau disini itu, yang ada ditengah sebelah soto. Ada pedagang seperti Uni, namanya Pak Barus. Dia yang paling lama dan di hormati disini." Jawab Uni Eni

Selang beberapa lama, saya samperin gerobak Pak Barus.....

saya berjalan melewati beberapa gerobak di sebelah, nampak sebuah grobak kecil dengan beberapa barang dagangan. Setelah nanya penjual sate Padang, dimana Pak Barus?? Ternyata bapak seumuran 50 tahun dan berbadan agak tegap ada di kursi dan sebuah meja di belakang gerobak itu.

langsung saya lambaikan tangan sembari mengucapkan salam dan perkenalan.

"Assalamualaikum, dengan Pak Barus???" tanyaku (dengan penuh semangat)
"Waalaikumsalam, iya siapa ya??" Jawab dia
"Saya Ady Pak, dari YEA (Young Entrepreneur Academy). Dalam waktu dekat kami akan menggelar event di sini, tepatnya Lap. Engku Putri. Batam Food Festival 2008, sebuah event kuliner/makanan yang diikuti oelh beberapa stand makanan di Batam dan sebagian dari luar Batam. Jadi event ini akan banyak menarik pengunjung. Maksud saya kemari, mau nanya bagaimana caranya ngajak temen-temen disini ikut serta dlam event itu??" tanya kepada Pak Barus, orangnya tidak banyak bicara...
"ya, kalo saya setuju saja...." jawab Pak Barus singkat.
"dari mana kamu??" tanya Pak Barus.
"YEA, Pak. Sebuah pendidikan non formal yang ada di Batam, mendidik siswanya untuk menjadi Pengusaha Muda dan sukses. Disana juga diajarkan tentang bagaimana membangun sebuah usaha tidak dari NOL. Pengembangan usaha dan saling memperhatikan keadaan sekitar, menjadi tanggung jawab semua yang ingin menjadi Pengusaha sukses dan sedikit maju dari posisi sekarang. Intinya pak, kami mencoba ikut serta dalam pengembangan perekonomian Batam dan sekitarnya." sembari mengajak Pak Barus ngobrol

ada pembeli sebentar, saya ambil rokok dan ndengerin petikan gitar sbelah. Ada pemuda dengan postur 170cm usia 26 tahun. Enak banget gitarannya, saya perhatikan permainannya dia semakin cepat permainan gitarnya....
Pak Barus dateng dengan sebuah teh Botol dingin, silakan di minum dik...sapanya....

kembali saya ajukan pertanyaan," Bapak sudah berapa lama jualan disini??"
"saya jualan sudah lama....." Jawab dia dengan sangat singkat.
"kalo boleh tahu berapa lama pak??..." tanya saya kembali
"kurang lebih tahun 2000 awal saya sudah disini, jadi kurang lebih sudah 8 tahunan." jawab Pak Barus dengan semangat.
"baru kali ini saya di kunjungi orang yang mau tahu soal usaha rakyat kecil" kali ini dia nampak sedih dan dalam banget.
"entah dari mana, Pemko, Partai, caleg, dan lain-lainnya bener baru kali ini saya mendapat kunjungan." sambil mengeluarkan bungkus rokok Pak Barus mencoa menenangkan diri. sambil kedepan melayani pembeli.

saya lanjut kenalan dengan orang yang gitar tadi.

"hallo boss, salam kenal Pardi" sapaku dengan tegas.
"oiya, salam kenal juga...saya hendrik....." jawab dia

kembali saya berikan brosur acara.
Sambil ngobrol ringan, dia tanya ke saya.
"Kamu kuliah???" tanyanya..
"iya, gimana ya mas dibilang kuliah juga kuliah di bilang ndak kuliah juga kuliah. masalahnya pendidikan non formal tanpa sertifikat dan ijasah." jawabku..
"kamu asli mana??" tanyanya dengan agak keras...
"saya asli Jawa mas, tepatnya daerah Surabaya." Jawabku.
"lha, Mas nya asli mana?? tanyaku kembali..
"saya asli Bandung, anak perantauan" jawabnya...

beberapa saat Pak Barus dateng kembali.

"Saya tanyakan, gimana ya pak cara yang enak buat mereka bisa ikut serta di event ini??" tanyaku ke Pak Barus.

"hmmm, kalo cuman dengan omongan kayak gini susah Mas. Harus ada surat perintah dari Atas (Dinas Pasar maksudnya). Jadi, mereka sedkit di paksa pindah sementara di atas selama acara berlangsung. Dengan cara itu mungkin mereka mau mas. " jawab Pak Barus.

"ooo gitu ya pak, jadi perlu saya tambahkan pak, di Acara itu akan ada bedah bisnis dan konsultasi bisnis bersama Narasumber terkemuka di Batam. (Jaya Setiabudi) Nanti akan ada sebuah forum, dimana Bapak dan ibu bisa bertemu dengan PEMKO. Acara akan dipandu oleh Jaya Setiabudi dan kawan-kawan Entrepreneur Asociation. Jadi, pak Barus bisa sharing dan curhat bisnis disana." tambah saya.

"ooo gitu ya mas? ya saran saya, Pemko mau tahu akan keberadaan kami dan kesejahteraan keluarga. Kami tidak tahu sampai kapan saya bisa bertahan disini. Suatu saat pasti akan ada penggusuran dll. kami mohon dengan sangat sedikit perhatian Pemko. Mungkin tidak penggusuran, tapi pemindahan. Sekitar 30 pedagang yang beroperasi mulai pukul 16.00 WIB sampai 00.00 WIB. Jadi, saya hargai kedatangan mas dateng kesini. " Jawab Pak Barus.

"iya Pak,mudah-mudahan nanti disana akan ada pemecah masalahnya...., saya hanya sekedar membantu. kalau berhasil Alhamdulilah, kalau tidak Mohon maaf." jawab saya..

sambil persiapan pamit nie....

oiya, kenalan sama Mas Hendrik tadi dia juga prihatin akan perkembangan Pelajar di Batam. Tidak ada Pergerakan sama sekali. Coba lihat di Jawa, para Pelajar sangat antusias peduli akan keadaan sekitar. Dia menambahkan, harus ada pergerakan dari para kaum Muda untuk menuju BATAM yang sebenarnya. (dia hanya menambahkan melalui kaca pandangan dia)

akhirnya, saya pamitan sama Pak Barus dan beberapa temen disampingnya,
Pak Barus, saya mohon pamit....suatu saat pasti saya kesini lagi.
oiya, pak. Kontak HP saya ada di brosur, mungkin suatu saat bapak butuh bantuan saya Kalau saya bisa bantu, saya pasti dateng!!! Inget Pak nama saya ADY.

Salam sukses selalu Pak, SEMANGAT TIDAK BOLEH LUNTUR!!!!



Comments

  1. Wahh . .
    Sangadh pnjg ,
    pnuh pErjuangan yg amaD keRas uTk bs mencApAi Target yg diinginkan . .

    Bnyk pengalaman jg diRimu ..

    Lanjutkan !!

    ReplyDelete
  2. terima kasih atas waktunya sudah mampir ke blog Ady, semoga sukses jua menyertai anda selalu. amien.

    ReplyDelete
  3. Walah ada orang batam neh.. lama mas neng batame?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts