CREATIVITY with MORALITY!

Dear FIGHTERS,


[caption id="attachment_366" align="alignright" width="229" caption="Jaya Setiabudi"]jaya[/caption]

Saya teringat oleh seorang kawan yang menjadi salah seorang pendiri dan direktur 'koran merah' dibatam. tahu nggak sih koran merah itu apa? Yah, seperti poskota di jakarta gitu! Menurut Anda koran itu laku nggak? Super laku! Di Batam sendiri, oplahnya bisa bersaing dg koran nomor satunya. Apa yang dijual ? KRIMINALITAS! Beritanya antara lain seperti ini:
"Kakek jompo, MEMPERKOSA cucunya, sampai 7 kali"
"Gadis bisu, DIGILIR tukang ojek!"
Seperti itulah kira2 beritanya... .
Apa sih yang diceritakan? Kronologis bagaimana PEMERKOSAAN ITU TERJADI!
Saat kawan saya sang direktur sms ke saya, menanyakan," Bagaimana Pak Jaya, tampilan baru koran saya?"
Saya menjawab,"Maaf, menurut saya, bapak akan sangat berperan MENAMBAH KRIMINALITAS di kota ini!"
Meskipun saya bukanlah orang alim, tapi saya tidak akan basa-basi menerima koran 'BEJAT' itu di negara kita.

Penjelasan saya sebagai berikut:
Pada saat kita membaca kronologis kejadian, secara tidak sengaja, kita telah membayangkan dalam benak kita. Ingat yg pernah saya katakan di Entrepreneur Camp ( ECamp), "Alam bawah sadar (yg memberikan reaksi hormonal), tidak dapat membedakan antara imajinasi dan kenyataan!"

Nah, pada saat kronologis perkosaan itu diungkapkan, kita juga akan merasakan 'kenikmatan' itu, karena hormon tetosteron (laki2) kita juga akan bekerja. Jika kita sering membaca berita2 spt ini, sama halnya membuat 'stimulus' (rangsangan) hormonal kita lebih peka thd situasi tertentu (misalnya saat melihat wanita seksi)!
Apa yang terjadi, jika suatu saat ada situasi yang mendukung, misal di tempat yg sepi, ada cewek seksi dan sedikit menggoda? Hal2 yg tidak diinginkanpun terjadi. Inilah yg menyebabkan maraknya tindakan cabul, bahkan di usia belia, dikarenakan sering membaca atau menonton film blue!
Akan menjadi beda, jika yg diekspos lebih ke "HUKUMAN"nya, (Pain) bukan di prosesnya. Misalnya:
"Di suatu pagi yang cerah, bunga yang sedang bersiap-siap untuk mandi, melepas satu-persatu pakaiannya. Saat tak sehelai benangpun menempel di tubuhnya, bersembunyi seorang pemuda tetangga sebelahnya, sedang asyik mengintip bunga dg tubuhnya yang aduhai. Tak tahan menahan nafsu bejatnya, pemuda yang dalam kondisi birahi itu, mendobrak pintu kamar mandi. Bungapun berteriak histeris dan meronta. Saat si pemuda mulai membuka celana dalamnya, tiba-tiba datang dari arah selatan kamar mandi, serombongan pemuda dengan berbekal pemukul, clurit, linggis dan senjata tajam di tangan mereka. Siattt, jlebb, buggg... senjata-senjata itu memukul dan merobek robek usus pemuda bejat itu. Tak berhenti sampai disitu, (maaf) kemaluan si pemuda itupun kena tebas....dst."

Apa yang anda pikirkan stlh membaca artikel itu? ketakutan melakukan kriminalitas, betulkah? Karena yang diexpose adalah pain atau rasa sakitnya jika melakukan.

Kembali ke pokok permasalahan. ..
Apakah koran itu laku? SUANGAAT LAKU! Siapa pembelinya? MAYORITAS kelompok C dan D!!!!!
Pertanyaan saya lagi, Apakah Koran itu MENDIDIK? Jawab sendiri!!!

Mas J, apa hubungannya dengan "Musik NDESO" yg disebut dibawah?

Begini kronologisnya. ..

[caption id="attachment_368" align="alignleft" width="251" caption="FIGHT!!"]FIGHT!!![/caption]

Musik, baik liryc ataupun iramanya, sangat mempengaruhi fungsi hormonal kita. Ada music yg bisa membuat anda 'posessive trans' alias kesurupan (seperti klenongan jawa), saat anda mendengarnya. Bagi para ahli hypnoterapy, musik bisa dijadikan 'media' untuk memasukkan 'program bawah sadar' ke diri audiens. Saya melakukan hal yang sama saat Anda mengikuti pelatihan Ecamp. Pemilihan ritme music mempengaruhi kinerja otak kita dalam gelombang tertentu!
Saya juga pernah membaca penelitian tentang 'kelahapan' makan seseorang, dipengaruhi oleh jenis musik yang disetel saat dia makan. Jadi hati2 juga nyetel musik di resto anda.
Musik 'cengeng', sering saya sebut musik 'setan', akan mengurangi produksi hormon serotonim pada otak kita, yang mengakibatkan kita tidak bergairah. Saat kita mulai berkurang keyakinan terhadap kemenangan kita, otomatis akan mengurangi produksi hormon ENDORFIN, yaitu morfin alami pada tubuh kita, yang mampu menghilangkan rasa sakit, pegel2 dsb. Silakan coba, setel lagu2 setan spt disebut dibwh tiap hari selama 21 hari (penelitian ttg habits). Dijamin Anda akan kehilangan semangat anda!
Apalagi jika anda pernah nonton video clipnya! semakin manjur racunnya!

Musik bukan sekedar suara yang didengarkan. Musik memiliki 38% (ritme) + 7% (kata2) elemen komunikasi. musik memiliki "VIBRASI" dari si musisi ke diri kita. Byk pemberitaan, musik dapat menyebabkan org saling bunuh atau saling cinta. Begitu dahsyatnya pengaruh musik dalam hidup kita! Musik adalah ENERGY!

Musik yg BISA DITERIMA kalangan C-D???
Jaman dulu, ada seorang musisi & vokalis yg lagunya disukai hampir semua kalangan Indonesia, terutama kelompok menengah kebawah dan mahasiswa. Kata2nya LUGAS, tanpa basa-basi, tapi TIDAK MURAHAN dan sangat MEMBANGUN, namanya IWAN FALS!

Menurut saya... jangan jadikan alasan lugas, merakyat atau apapun, untuk menerima musik2 yang menghancurkan mental bangsa. pikir saja baik2, apakah makna musik itu membawa kebaikkan, atau cenderung ke kemudharatan?
Namun, saya juga bukan Harmoko yang bisa melarang musik ini atau anda mendengarkan. Nyatanya, emang kita kekurangan musik2 yg bernuansa motivasi! Semoga lahir malaikat2 musik Indonesia kelak...

Ingat Elemen no 4 dalam momentum: CREATIVITY with MORALITY!

FIGHT!!!





Jaya Setiabudi
Direktur Young Entrepreneur Academy
Founder Entrepreneur Association

Comments

Popular Posts