Surat Kepada Pak Bupati Ponorogo


Asalamualaikum warahmatulohi wabarokatuh

Dengan hormat,

Puji Syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,  karena hingga saat ini kita masih di beri kesempatan untuk menikmati indahnya sang Surya Terbit dan tenggelam. Tak lupa sholawat serta salam tetap terlimpahkan kepada Nabi Besar Muhamad SAW, dimana telah membawa kita dari jaman kegelapan hingga jaman terang benderang seperti saat ini. Doa tulus kepada kedua orang tua yang telah berjuang untuk kita, karena dapat merasakan nikmatnya dunia.

MERDEKA, SALAM BUDAYA!!!!
Bila anda mendengar KOTA PONOROGO/KOTA REYOG, apa yang terbayang dalam ingatan anda????

Kalimat di atas akan menjadi pertanyaan orang kepada kita sebagai warga Ponorogo, apalagi kalau kita sedang berada di luar kota atau luar negeri.

Pasti akan sangat beragam jawabannya, tapi hampir 80% hanya satu jawaban yang paling dominan.

REYOG.  Kata ini adalah jawaban yang sering kita dengar. Tentunya akan ada lanjutan pertanyaan dari sebuah kata tersebut, apa sih reyog itu???

Bagaimana cerita awalnya??

Apa saja yang menarik dari reog??

Nah, ini jadi masalah buat kita yang belum pernah tahu dan mengerti akan REYOG.

Satu alasan, mengapa kita belum pernah mengerti tentang reyog?

MALAS dan MERASA KURANG PANDAI.

Kenapa jawabannya itu??

Sebagian dari kita ( warga Ponorogo ) hanya duduk tenang dan jadi penonton dalam semua bidang di Ponorogo. Seolah-olah ragu akan potensi pada diri mereka. Kalau seperti ini tentu akan sangat sulit untuk keluar dari belenggu ketertinggalan jaman dan perekonomian. Potensi-potensi tersebut akan menjadi sebuah kekuatan luar biasa, apabila ada media yang menyatukan mereka.

Harusnya kita jadi Pemain bukan Penonton.

Selama kita jadi penonton, kita hanya merasakan puas telah ikut serta dalam pagelaran pentas tersebut. Bila kita jadi pemain, kita berada dalam posisi penerus kebudayaan dan perekonomian. Keadaan ini membawa kita (Team Work Ponorogo Zone) meluncurkan sebuah gebrakan buat Ponorogo.

Banyak sekali jalan menuju sukses, salah satunya dengan menciptakan jaringan tanpa batas melalui dunia Internet. Komunikasi high class ini membuat orang semakin tertarik untuk mengaksesnya, bukan hanya di daerah tertentu saja melainkan seluruh dunia.  Semua informasi hampir kita temukan disana. Melalui dunia internet ini muncul ide cemerlang, Seandainya Ponorogo kita buat online bagaimana???

Dengan onlinenya Ponorogo, promosi dunia pariwisata dan budaya semakin cepat, menciptakan kerinduan warga yang berada di luar kota, serta menjalin silahturahmi lebih luas.

Alasan diatas membuat kita (Team) meluncurkan Forum Komunitas Online Ponorogozone, WWW.PONOROGOZONE.COM. Melalui website ini, Ponorogo  akan kita ekspos luas. Mulai dari Pariwisata sampai peluang bisnis  yang ada di Ponorogo. Semua warga masyarakat akan ikut serta dalam hal ini.  Generasi muda, Pelajar dan Mahasiswa akan berperan penting dalam perkembangan Ponorogo ke depan. Jadi mulai sekarang, kami ciptakan wadah buat mereka untuk belajar mengakses informasi Online.

Sebuah anugerah yang tak ternilai harganya buat Team, karena sampai saat ini kita masih eksis dengan website konon kebanggaan masyarakat Ponorogo ini. Meskipun dalam perkembangannya, semua kita tanggung bersama sesama team. Bukan hal yang mudah untuk mempertahankan kebudayaan Ponorogo. Diiringi sedikit harapan, kita mencoba mempertahankan Ponorogo di mata Dunia Internasional. Dalam surat ini, Team bermaksud mohon dukungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk ikut berpartisipasi, untuk pengembangan Forum Ponorogozone.com kedepan. Dukungan pemerintah dalam kaitannya promosi Kabupaten Ponorogo di dunia internasional. Semoga Pemerintah Kabupaten Ponorogo mendukung kreasi anak muda asli Ponorogo ini. Amieen.
Sekian surat ini sengaja kami buat, berharap untuk  dapat menggali potensi Kota Ponorogo semakin maju dan makmur, melalui uraian kecil di atas semoga membawa  kesejahteraan masyarakat Ponorogo lebih baik dari sebelumnya. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penyampaian surat ini. Semua kesalahan dan kekurangan hanya milik manusia, kesempurnaaan hanya milik Allah SWT. Tiada kesempurnaan di Dunia ini, usaha hanya salah satu cara untuk bertahan.  Terima kasih.

Wassalam mu alaikum warah matulohi wabarokatuh..
MERDEKA, Salam BUDAYA!!!.

Ponorogo, 10 November 2009.

Hormat saya,



Pardi

(administrator)

Comments

  1. merdeka satu tekat menuju PONOROGO MULTI DIGITAL 2010 ..amin amin..semoga ini bukan hanya ..mimpi..untuk menuju PONOROGO MULTI DIGITAL 2010....wujudkan!!! laksanakan!!!

    ReplyDelete
  2. bila mendengar kata Ponorogo so pasti inget reyognya, nasi pecel nya, dawet jabungnya,

    maju terus ponorogo multi digital

    hok a hok ee

    ReplyDelete
  3. 2010 ?, kalo menurut mama loren 2 tahun lagi kiamat tuh, he he he
    wujudkan PONOROGO MULTI DIGITAL sekarang juga ! (kecepetan gak ?)

    ReplyDelete
  4. Terus berjuang dengan kemampuan dan keyakinan masing-masing, yakin kita bersama mendapatkan kekuatan luar biasa. Amien.

    semuanya...
    kalau sudah kiamat, mama loren udah ga buka jasa lagi...
    berarti.... ????

    ReplyDelete
  5. hmmmm, kalau ada kata INGET,,, pasti ..... ????

    ReplyDelete
  6. lhoh....
    bukannya sekarang udah MULTI DIGITAL???
    yang percaya silakan... kiamat kok diramal...

    ReplyDelete
  7. Merdeka......., moga kata itu tidak menjadi kiasan belaka, agar kita, warga ponorogo ini bis a bener bener merdeka, berdiri diatas jerih payah sendiri, dan menjadi tuan rumah di daerah sendiri.....



    *halah kok nglantur sehg???*

    ReplyDelete
  8. mantep tenaannn salam kenal......saya masih belajar sih hehehehe

    ReplyDelete
  9. sama-sama mas... ayo belajar bareng...

    ReplyDelete
  10. sependapat dengan mas ALief...

    menjadi tuan rumah di negeri sendiri...
    dan yang penting kata MERDEKA, sebagai semangat kita semua untuk dapat bertahan dari segala macam serangan.

    ReplyDelete
  11. Sebentar lagi PILKADA PONOROGO.
    Semoga benar-benar menjadi penyaring kepada calon Bupati POnorogo selanjutnya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts