Watermark dan kegunaannya.

Sesuai dengan keadaan hari ini, saya merasakan sesuatu yang sejak lama aku rasakan kurang nyaman.

Mungkin itu sebuah perasaan atau ketidak nyamanan tentang sebuah penghargaan atas karya seseorang. Disini saya tidak mau menjadikan sebuah kebingungan diantara para pembaca blog Rahmat Addy, saya hanya ingin berbagi informasi tentang hak seorang seniman dalam berkarya.

Minggu kemarin saya menemukan sebuah photo hasil jepretan kamera Nikon D70s tahun lalu. Sebuah photo yang menggambarkan suasana prosesi Pariwisata Kabupaten Ponorogo di Telaga Ngebel. Tepatnya tahun 2008 saya mendokumentasikan acara itu dengan harapan menjadi sebuah topik acara Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel Ponorogo. lalu pada bulan APRIL 2009, saya mempublikasikan photo-photo tersebut di salah satu blog Paguyuban Warga Ponorogo. Dibawah ini lebih tepat kapan saya memposting berita tersebut.


Saya sangat bangga dengan karya photo itu, kenapa kok begitu???

coba anda searching di google, keywordnya seputar larungan di Telaga Ngebel. Blog Pawargo menempati urutan teratas dalam mesin pencarian favorite penikmat dunia internet ini.

Hal ini tentu menjadi kepuasan tersendiri buat saya pribadi, karena hasil karya photo Larungan di Telaga Ngebel itu ternyata bermanfaat sebagai media informasi pariwisata Kabupaten Ponorogo khususnya.
Semua berubah setelah saya mendapati beberapa photo tersebut di gunakan dalam kalender sebuah instansi di Kota Ponorogo. Kebetulan saya kenal dengan salah satu pengurus instansi tersebut, tidak ingin menjadikan sebuah masalah besar dalam hal aplikasi hak cipta.

Selanjutnya saya mencari tahu, siapakah percetakan yang bertanggung jawab atas kalender instansi ini???

Saya menemukan sebuah no handphone dan nama percetakan di sebagian halaman kalender. Tak berfikir lama, saya langsung melayangkan pesan singkat melalui handphone. Semoga mendapat kejelasan dan klarifikasi dari pihak percetakan.

Tapi pesan singkat saya tidak menunjukan balasan dari pihak percetakan, ok lah kalau begitu. Saya tidak ingin mempermasalahkan kasus ini lebih besar. Untuk kedepan, semoga tidak akan terulang kasus serupa.

Apa topik kali ini???

Watermark

Prosesi Larungan Telaga Ngebel

mari bergoogle ria sejenak.
Watermarking adalah suatu teknik untuk menyisipkan rangkaian informasi kedalam citra digital, dalam hal ini rangkaian informasi tersebut dapat berfungsi sebagai pernyataan copyright dan autentifikasi. [sumber]

Menurut sumber yang lain :

WIKIPEDIA
A watermark is a recognizable image or pattern in paper that appears as various shades of lightness/darkness when viewed by transmitted light (or when viewed by reflected light, atop a dark background), caused by thickness variations in the paper.[1] There are two main ways of producing watermarks in paper; the dandy roll process, and the more complex cylinder mould process.

Watermarks vary greatly in their visibility; while some are obvious on casual inspection, others require some study to pick out. Various aids have been developed, such as watermark fluid that wets the paper without damaging it. Watermarks are often used as security features of banknotes, passports, postage stamps and other documents to prevent counterfeiting.

A watermark is very useful in the examination of paper because it can be used for dating, identifying sizes, mill trademarks and locations, and the quality of a paper.

Encoding an identifying code into digitized music, video, picture, or other file is known as a digital watermark.

Sumber Indonesia
Watermarking adalah suatu cara penyembunyian atau penanaman data/informasi tertentu (baik hanya berupa catatan umum maupun rahasia) kedalam suatu data digital lainnya, tetapi tidak diketahui kehadirannya oleh indera manusia (indera penglihatan atau indera pendengaran), dan mampu menghadapi proses-proses pengolahan sinyal digital sampai pada tahap tertentu.
Watermarking (tanda air) ini berbeda dengan tanda air pada uang kertas. Tanda air pada uang kertas masih dapat kelihatan oleh mata telanjang manusia, tetapi watermarking pada media digital dimaksudkan agar tidak dapat dirasakan kehadirannya oleh manusia tanpa alat bantu mesin pengolah digital seperti komputer, dan sejenisnya.
Watermarking memanfaatkan kekurangan-kekurangan sistem indera manusia seperti mata dan telinga. Dengan adanya kekurangan inilah, metoda watermarking dapat diterapkan pada berbagai media digital.

Aplikasi Watermarking

Watermarking dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan, seperti :


  • Tamper-proofing; watermarking digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasikan atau alat indikator yang menunjukkan data digital (host) telah mengalami perubahan dari aslinya

  • Feature location; menggunakan metoda watermarking sebagai alat untuk identifikasikan isi dari data digital pada lokasi-lokasi tertentu, seperti contohnya penamaan objek tertentu dari beberapa objek yang lain pada suatu citra digital

  • Annotation/caption; watermarking hanya digunakan sebagai keterangan tentang data digital itu sendiri.

  • Copyright-Labeling; watermarking dapat digunakan sebagai metoda untuk penyembunyikan label hak cipta pada data digital sebagai bukti otentik kepemilikan karya digital tersebut.


Dari beberapa sumber di atas, para pembaca mungkin bisa menyimpulkan apakah manfaat dari Watermark dan kegunaannya. Untuk anda sebagai pelaku seni atau di dunia karya cipta, kegunaan watermark sangat diutamakan. Coba kita cek kembali sebuah perusahaan media cetak ternama Indonesia, KOMPAS. Kenapa saya berikan contoh media KOMPAS??? Menurut saya, saat ini Media KOMPAS adalah  Media Cetak yang menduduki rangking tertinggi pemberitaan di GOOGLE. Sebenarnya masih banyak media yang lain, seperti ANTARA, JAWAPOS, DETIK, dll.

Bila mencermati Media cetak yang saya sebutkan diatas, Anda akan menemukan siapa penulis maupun penciptanya. (biasanya berupa singkatan atau nama asli)

Saya rasa ini adalah bentuk apresiasi/penghargaan KOMPAS kepada Para Koresponden yang meliput berita. Penghargaan inilah yang menjadikan identitas seorang dalam mengakui dan tanggung jawab hasil karyanya.  Mungkin kita sebagai penikmat sebuah karya tidak tahu, bagaimana kesulitan dan keadaan di lokasi waktu itu. Yang kita tahu hanya sebuah karya menarik dan berkesan.

Untuk itu, marilah menghargai karya orang. Jangan jadikan sebuah karya tak bertuan.

Semoga bermanfaat untuk kelangsungan bisnis dan usaha para pembaca semuanya.

Comments

  1. Laurng sesaji kaya nengngebel yah? Ya kalo massalah hak cipta tuh kurang bersahabat banget ya?mungkin izin kepada yangpunya kalo untuk urusan pribadi sih.. .. kalo sayapernah ngopy gambar pean di blog saya tapi link gak saya ganti. . . hehehe

    ReplyDelete
  2. sebenarnya ga ada masalah besar buat saya, misalnya "apakah seorang BILL GATE akan menuntut pemakai produknya di seluruh dunia??"
    ya hal inilah yang menjadikan Microsoft semakin terkenal dan jaya di dunia operating system.
    Semoga kelak seperti itu... :D amien.
    Ga apa Jidat, yang penting ga dikomersilkan...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts