Kesederhanaan seorang kawan

Horeeee…. Jumpa lagi dengan Pardi….

Semoga Suasana ceria selalu mewarnai keseharian kawanku dimanapun berada, Amin.
Ketika saya bertemu dengan salah satu kawan di kampung halaman, dia berkata “ Hidup ini indah bila saya, anda dan kita semua mau menerima keadaan sekarang.”
Sebuah kalimat sederhana yang saya dengar begitu dalam ketika diucapkan oleh kawan lamaku itu, dia pun menceritakan keadaan sehari-harinya yang dipenuhi tanggung jawab cukup luar biasa rumit (bila dipikirkan rumit, pasti akan tambah rumit). Apalagi dengan kapasitas dia yang masih berusia seumuran saya yaitu 17 tahun. (hahahahaa… tampil agak muda mode on)
Catatan perjalanan yang dilalui dengan penuh semangat dan tanpa putus asa, sedikit bicara banyak bekerja. Sikap inilah yang pelu dicermati lebih dalam.

Ketika orang lain mendapatkan masalah, dia lebih dahulu melewati semuanya dengan tenang tanpa mengeluh kepada siapapun. Mungkin selama ini dia seperti seorang pejuang yang hidup di tengah hutan belantara, ratusan pohon besar, hewan buas dan aneka kehidupan disana menjadi teman aktifitas kesehariannya. Bagi dia sekeras apapun batu yang menghadang, bila dihadapi dengan penuh keyakinan pasti cepat berlalu.
Ya, kenyataan hidup tak selamanya sama dengan harapan. Tapi bagi dia, kehidupan adalah kenyataan dari apa yang kita pikirkan. Salut dan 6 jempol deh buat pemuda tangguh ini.
Sampai waktu saya mendapat kesempatan untuk saling bercerita tentang kehidupan masing-masing (wah, kayak para psikolog aja nieh kita…)
Dari awal pembicaraan, saya mulai dengan cerita membanggakan. Apa yang telah saya lakukan dan cukup membuat semangat tetap terjaga ketika mengingat kisah itu. Ibarat seorang panglima perang yang mempunyai strategi menghadapi lawan dengan cerdik.
“Kehidupan masa lalu yang cukup dalam untuk diingat, kawan.”, selorohku akan cerita dia.

Kepergian orang yang paling disayang dan dihormati membuatnya semakin belajar menghargai tentang apa yang dia miliki saat ini. Mungkin dia akan berkata, “ aku sudah seperti kalian dan kalian mungkin belum seperti aku.”
Dia akan mengelus dada saat melihat perilaku teman atau orang lain kepada orang yang disayangi tersebut. Lalu dia pun akan memberikan pesan kepada mereka, “Hargai dan sayangi mereka, sama seperti kamu saat balita…”

Dimata saya, dia adalah pejuang tangguh yang dihadapkan dengan penyesalan masa lalunya. Kalaupun dia mampu memutar waktu, dia pasti akan melakukan semua dengan baik. Tak seperti waktu lalu yang seenaknya dan seakan tak menghargai akan kehadiran orang yang disayangi itu.
Lahir sebagai pejuang untuk meraih kemenangan sejati, itulah prinsipnya. Semua orang terlahir ke dunia pasti mempunyai kekuatan luar biasa, beruntung saya dilahirkan dan dapat menikmati hidup hingga saat ini.
Kini semua kebutuhan keluarga berada di pundaknya, Kehidupan sebenarnya telah menunggu di depan.

Satu kalimat buat kamu, SELAMAT BERJUANG KAWAN!!!
Semangat kesederhanaanmu, wujud kehidupan sebenarnya...


Salam cinta kopi.

Comments

  1. Seusia seumuran saya yaitu 17 tahun. (hahahahaa… tampil agak muda mode on) <= moso to OM? ra di ralat toh exexexe :D


    Hidup adalah perjuangan OM, suka, duka harus di hadapi, apapun yang terjadi harus disyukuri...

    ReplyDelete
  2. hehehehee... supaya tampil muda terus gitu loh pak unting..
    suwun atensinya nggih. :)

    ReplyDelete
  3. berjuang dan berjuang dengan penuh semangat!,

    yup, keep spirit :)

    ReplyDelete
  4. Salam silaturahmi yo kang. Suwun sampun mampir.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts