Pengalaman kehilangan motor dan helm kesayangan II

Wah, akhirnya aku terpikat dengan tawaran yang menghangat itu…. Wkwkwkkw

Akhirnya saya beli dua rokok, satu buah untuk bapak penjaga gedung tadi.
Kami pun melanjutkan obrolan sama mbak SPG itu, sambil duduk di sebelahku dia bertanya profesi apa yang tengah saya kerjakan….
Wah, saya cuma seorang pemerhati acara seni dan budaya di kota Ponorogo saja nie mbak. Tak ada media khusus yang menggaji profesi saya. Lha namanya sudah hobi, mau bagaimana lagi urusan uang nomer sekian. Yang penting bisa happy dan kenalan sama mbak e…. hehehhee
Wah, waktu itu saya ga menanyakan nomer hape atau alamat dia tinggal. Salah satu kesalahan kecil mungkin yang seharusnya penting di tanyakan. Hahahhaa….
Namanya Meilani, dia ketikan di search FB ku… owh,,, ternyata namanya mbak Meilani….
Sampai akhirnya 2 SPG cantik itu berlalu meninggalkan kami berdua, salam kenal dan sampai jumpa lagi yah mbak…. Teriakku seiring kepergian mereka…..

Akhirnya bisa menyambung kembali cerita sebelumnya, mungkin sudah 1 tahun yang lalu. Bagi anda yang belum membacanya, silakan kunjungi di sini.

Baik, sebelum bercerita lebih lanjut, ijinkan saya mengambil segelas air untuk menyegarkan tenggorokanku yang mulai kering.

(berjalan menuju galon air di sebelah kanan laptop saya... )

Sampai dimana cerita saya tadi ya??

Dan ternyata setelah banyak bercerita dengan bapak parkir itu, saya bergegas menuju panggung utama untuk menyaksikan pertunjukan selanjutnya.

pertunjukkan reyog ponorogo yang cukup memukau dipersembahkan dari Grup Reyog Semarang (lupa namanya).

Sesekali menjepret moment , siapa tahu dapat digunakan bahan kreatifitas yang lain...

Waktu menunjukkan pukul 21.00 Wib, namun suasana alon-alon tak berkurang, malah semakin rame. Sebuah panggilan dari telepon genggamku mencairkan konsentrasi motret, dari siapakah ini ya>>?? hmmm, ternyata dari partner kerja sekaligus adik angkatan perang. hahahaa dia mengajak nongkrong sembari menikmati kopi. Saya pun segera bergegas meninggalkan lokasi festival reyog.

Berjalan menuju parkir motor dimana sejak pertama datang di kota, motorku terparkir di depan toko paman. (seingatku)

Namun setelah sampai di lokasi (depan toko Paman), motorku dan helem jelek kesayangan udah tak ada ditempat. Saya pun menelusuri tukang parkir di sebelah toko, "pak, motorku dimana ya??"

"Motornya apa mas??" tanya tukang parkir.

"Honda berwarna hijau, dengan helem tanpa kaca" jawabku

"lha tiketnya mana mas??" tanya bapak parkir sambil nunjukin lembaran-lembaran kertas bernomor.

"waduh, motor saya tadi ada di depan toko itu... tapi sekarang kok ga ada ya pak?? takutnya dipindah diparkir disini gitu" jawabku kebingungan.

"wah, saya ga mindah sama sekali motor yang bukan area kerja saya mas..." sahut bapak itu.

"ya sudah kalau begitu pak, saya carinya lagi..." jawabku.

Segera bergegas bertanya kepada seorang petugas Polisi yang sedang bertugas mengamankan lokasi.

"selamat malam pak, motor saya kok ga ada ya pak?? dimana ya??" tanyaku keburu-buru

"malam juga mas, lhahhhh tadi ditaruh mana??" jawab bapak bertubuh atletis itu.

"saya taruh disini pak, tepat di toko itu" semakin takut kalau motor benar-benar hilang.

"saya sudah daritadi disini mas, tidak tahu kalau ada motor hilang atau gimana??" jawab pak Polisi.

"trus gimana nieh pak?? motor saya berarti hilang dong???" semakinnnnn ga karu-karuan emosi saya.

"ya sudah gini saja mas, silakan datang ke POLRES untuk minta surat kehilangan dan segala macam keprluan untuk penyidikan." jawab pak Polisi.

"trus saya naik apa pak kesana?? " tanyaku

Kemudian pak Polisi menunjuk salah satu anggota yang lain untuk mengantaku ke POLRES, "pak tolong antar mas ini ke Kantor"

*kehabisan kata-kata saya, lanjut lain waktu ya???

Comments

Post a Comment

Popular Posts