Ponorogo Travel Guide

Ponorogo dan Keindahan Alamnya

Ponorogo adalah sebuah kota di ujung selatan dan barat provinsi Jawa Timur. Berbatasan dengan Madiun, Magetan, Wonogiri, Pacitan, Trenggalek. Kabupaten Ponorogo memiliki luas daerah 1.371,78 km², terdiri dari 21 Kecamatan dan 305 Desa atau kelurahan.

Pusat kota Ponorogo nampak gedung Pemerintahan setinggi 9 lantai, terletak di sebelah utara alun-alun. Selain menjadi pusat kota, kawasan alun-alun menjadi pusat hiburan warga Ponorogo. Setiap sore dapat dijumpai aneka pedagang makanan, pakaian, souvenir, dan wahana hiburan anak-anak. Fenomena Masyarakat Ponorogo. Menikmati keindahan Kota Ponorogo rasanya belum lengkap bila belum mengunjungi Pasar Malam.

Ratusan pedagang memenuhi tanah lapang yang berada di tengah Kota Ponorogo, beraneka macam barang dan jasa ditawarkan ditempat ini. Pasar malam Ponorogo menjadi agenda rutin, hampir kurang lebih 2 – 3 kali diakan setiap tahunnya. Hiburan murah meriah ini menjadi daya tarik sendiri bagi warga Ponorogo.

Ribuan warga Ponorogo berduyun-duyun dengan menggunakan kendaraan angkutan yang disewa secara swadaya bersama, bila anda berkunjung ke Ponorogo saat Pasar Malam tiba, siap-siap menghela nafas karena banyaknya kendaraan angkutan warga Ponorogo dari segala pelosok desa.

Resik Endah Omber Girang-gumirang (REOG) merupakan motto daerah Ponorogo, kebijakkan penggunaan kata REOG sempat mendapatkan protes dari para sesepuh Reyog/bolo reyog. Karena dianggap merubah tatanan atau pakem dari arti REYOG itu sendiri.

Selain disebut kota Reog, Ponorogo juga sering mendapat sebutan kota Santri. Hal ini nampak terlihat banyaknya Pondok Pesantren, diantaranya Pondok Modern Gontor, Arisallah, Al-Mawaddah, Walisongo dll. Bila hari Jum'at tiba ribuan santri memenuhi pusat kota untuk menikmati liburan yang diberikan oleh Pengelola Pondok Pesantren.

Bagi anda pecinta tempat wisata, Ponorogo mempunyai banyak tempat yang masih alami dan belum tersentuh kemajuan tekhnologi. Di ujung timur anda dapat menikmati pemandangan alam berupa sebuah telaga seluas 3 (tiga) Km2, berada di puncak pegunungan ditambah suasana yang dingin menambah kunjungan anda semakin menarik. Telaga Ngebel namanya, selain mempunyai keindahan alam yang EKSOTIK konon juga memiliki Cerita Legenda.

Cerita yang berkembang di masyarakat, Telaga Ngebel mempunyai cerita unik yang didasarkan pada kisah seekor ular naga bernama "Baru Klinting". Sang Ular ketika bermeditasi secara tak sengaja dipotong-potong oleh masyarakat sekitar untuk dimakan. Secara ajaib sang ular menjelma menjadi anak kecil yang mendatangi masyarakat dan membuat sayembara, untuk mencabut lidi yang ditancapkan di tanah.

Namun tak seorangpun berhasil mencabutnya. Lantas dia sendirilah yang berhasil mencabut lidi itu. Dari lubang bekas lidi tersebut keluarlah air yang kemudian menjadi mata air yang menggenang hingga membentuk Telaga Ngebel.

Legenda Telaga Ngebel, terkait erat dan memiliki peran penting dalam sejarah Kabupaten Ponorogo. Konon salah seorang pendiri Kabupaten ini yakni Batoro Kantong. Sebelum melakukan syiar Islam di Kabupaten Ponorogo, Batoro menyucikan diri terlebih dahulu di mata air, yang ada di dekat Telaga Ngebel yang kini dikenal sebagai Kucur Batoro.

Sebuah tempat wisata yang terletak di timur kota Ponorogo, tepatnya di Desa Jurug, Kecamatan Sooko. Air terjun setinggi 30 M lebih ini mempunyai pemandangan yang luar biasa alami, bagi anda yang ingin melepas lelah sambil menikmati wisata naik turun gunung, silakan datang ke AIR TERJUN PLETHUK PONOROGO.

Petunjuk perjalanan : Bila anda mulai perjalanan dari kawasan Alon-alon, ikuti jl. Jend. Sudirman ke timur, anda akan menemui sebuah pertigaan dan bunderan (kawasan Ngepos, disini tersedia para penjual sate ayam dan beberapa kuliner khas Ponorogo).
Nah, setelah anda melewati pertigaan tersebut, tetap ikuti arah ke timur, jalan yang anda lewati adalah Jl. Gajah Mada. Disetiap perempatan/pertigaan besar di Ponorogo selalu ada sebuah bunderan yang diatasnya berdiri sebuah patung tokoh dalam reyog Ponorogo. Di perempatan setelah kawasan Ngepos ke timur, anda akan bertemu dengan traffic light (kawasan perempatan Tonatan, disebelah selatan jl. Gajah Mada berdiri megah sebuah hotel).
Baik, setelah anda melewati kawasan Tonatan, silakan ikuti arah timur, anda akan menemukan Jl. IR. Juanda. Setelah kurang lebih 5 - 10 menit anda akan menemukan kembali bundaran dan lampu lalu lintas. Kawasan ini disebut Jeruksing.
Setelah semua perempatan dan lampu lalu lintas telah anda lalui, saatnya perjalanan menegangkan dimulai....
----------------------SEMENTARA INI DULU, NANTI LAIN WAKTU SAYA LANJUT----------------------

Bagi anda yang berminat menggunakan jasa kami, silakan hubungi kontak di bawah ini :
Handphone : +62856 556 02627

Kami nantikan kehadiran anda di Kota Ponorogo.

VISIT PONOROGO 2011.



Comments

  1. bangga idup di ponorogo kang :D

    ReplyDelete
  2. Anwar Agus Abidin7 April 2011 at 19:06

    November 2008 pertama kali aku mengunjungi Ponorogo. Maret 2010 kunjunganku kedua, saat itu aku langsung jatuh cinta, jatuh cinta dengan bumi Reyog. jatuh cinta khan tidak bisa jelaskan karena apa? dan bagaimana? aku jatuh cinta pada Ponorogo. Salam

    ReplyDelete
  3. [...] Nah, setelah anda melewati pertigaan tersebut, tetap ikuti arah ke timur, jalan yang anda lewati adalah Jl. Gajah Mada. Disetiap perempatan/pertigaan besar di Ponorogo selalu ada sebuah bunderan yang diatasnya berdiri sebuah patung tokoh dalam reyog Ponorogo. Di perempatan setelah kawasan Ngepos ke timur, anda akan bertemu dengan traffic light (kawasan perempatan Tonatan, disebelah selatan jl. Gajah Mada berdiri megah sebuah hotel). Baik, setelah anda melewati kawasan Tonatan, silakan ikuti arah timur, anda akan menemukan Jl. IR. Juanda. Setelah kurang lebih 5 – 10 menit anda akan menemukan kembali bundaran dan lampu lalu lintas. Kawasan ini disebut Jeruksing. Setelah semua perempatan dan lampu lalu lintas telah anda lalui, saatnya perjalanan menegangkan dimulai…. ——————-SEMENTARA INI DULU, NANTI LAIN WAKTU SAYA LANJUT———————- Sumber : Ponorogo Travel Guide [...]

    ReplyDelete
  4. Ponorogo Kota Budaya, Ponorogo Kota Seni, Ponorogo Kota REYOG!!

    ReplyDelete
  5. selamat datang di Ponorogo kang. semoga dapat membawa kebaikkan untuk semua.
    Salam kenal.

    ReplyDelete
  6. syukuurlah kalau begitu kang.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts