Dasa Warsa UKM TEATER YAKUZA ’54

Dila Dasa Warsa UKM TEATER YAKUZA ’54.

Indonesia adalah negeri yang sangat kaya,
Hampir semua hasil bumi bisa di dapatkan dengan sangat mudah,
Banyak Negara lain iri akan keadaan ini,
Tak lebih hanya karena KENAPA HANYA ADA DI INDONESIA???


Sepenggal bait kalimat yang saya sadur dari pementasan puisi semalam, bukan karena keadaan Negara ini yang semakin hari terasa panas dan berasap. Melainkan kebanggaan akan sumber daya alam yang super melimpah dan tak terbatas di Indonesia. Coba sejenak ambil selembar kertas sambil kita bayangkan dari ujung timur Indonesia hingga Barat, berapa banyak jenis kekayaan alam yang baru di olah dan dimaksimalkan hasilnya???
Hmmm, mungkin kita semua akan berkata “buat apa kita pikirkan hal yang tidak menghasilkan atau hanya menghabiskan pikiran???”. Kalimat tersebut sering saya dengar dari sebagian orang yang kutemui bila ku Tanya seputar keaneka ragaman Indonesia.

Tapi kali ini mari bersama menyambut hari ulang tahun Teater Yakuza ’54 UKM UNMUH Ponorogo. Malam itu tepatnya 17 Agustus 2009 genap sudah sebuah komunitas TEATER di Ponorogo berusia 10 tahun. Hari ulang tahun yang diperingati oleh seluruh rakyat Indonesia ini menjadi saksi perjalanan Bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya. Kemeriahnya nampak terlaksana di semua sudut jalan perkampungan Indonesia, mulai dari lomba-lomba ringan hingga perebutan sebuah pohon pinang yang berhadiah. Kemeriahan nampak pula di sebuah lahan sempit diantara bangunan kelas Universitas Muhamadiyah Ponorogo ini, peringatan sederhana digelar UKM TEATER YAKUZA ’54.

Acara intern ini di hadiri oleh beberapa tamu undangan dari Seniman , Sastrawan, dan Ektrakulikuler Sekolah TEATER di Ponorogo. Ketika memasuki area pertunjukan, saya disambut dengan kain hitam dan hanya sedikit sinar penerangan. Mungkin ini menjadi sebuah ciri khas dari pertunjukan TEATER yang pernah saya ketahui dan saksikan.

Acara pada malam itu di buka oleh pembacaan puisi oleh beberapa anggota Teater.. Adapun arti angka 54 dalam YAKUZA ’54 adalah waktu berdirinya bertepatan dengan hari ulang tahun RI ke 54 pada tahun 1999. Sejak saat itu, teater ini berkembang perlahan di lingkungan kampus hingga sekarang. Sinkronisasi antar anggota merupakan kunci utama dalam perkembangan sebuah komunitas. Mungkin semua komunitas pernah mengalami hal demikian, disaat ide dan pendapat mulai bermunculan disitulah letak dari kisah sebenarnya. Idealisme dalam suatu komunitas atau perkumpulan memang sangat diperlukan, ini merupakan patokan komunitas tersebut dalam menentukan arah tujuan.

Dalam acara tersebut, anggota TEATER YAKUZA ’54 mempunyai impian dan tujuan kedepan, yaitu mengadakan Festival Teater Pelajar Se Bakorwil Madiun. Dari acara tersebut diharapkan, akan menciptakan generasi baru dalam dunia pentas Seni TEATER. Seorang seniman adalah melakukan kegiatan atas dasar seni itu sendiri bukan atas dasar materi. Ujar salah satu FAY (Forum Alumni Yakuza). Dia pun menambahkan tentang seorang sosok fenomenal saat ini, MBAH SURIP. Semasa akhir hidupnya hanya untuk berkreasi seni. Bahkan pandapatannya yang bermilyar-milyar tersebut, belum sempat dinimati secara nyata. Dia hanya ingin karyanya dapat membuat orang lain suka dan merasa terhibur akan pementasan seni itu sendiri. Seorang yang pantas dijadikan panutan dalam dunia seni.
Anggota Teater YAKUZA ’54 siap menembus pentas Nasional, ujar ketua panita acara. Mungkin buat sebagian besar warga Ponorogo,pentas TEATER merupakan hal yang masih baru dan asing. Perlu sosialisai lebih dalam kepada warga dan aparat yang terkait. Impian untuk bisa ikut serta dalam acara pembukaan GREBEG SURO mungkin merupakan cita-cita besar buat anggota TEATER YAKUZA ’54.Semoga pemerintah setempat dapat merealisasikan impian besar tersebut. Amien. [Ponorogo, 17 Agustus 2009. Pardi)

Comments

Popular Posts