Situs sejarah Sirah Keteng

Sirah Keting - Bedingin
Belum lengkap rasanya bila belum mengunjungi tempat wisata dan segala keindahannya Ponorogo. Kali ini tim POzone melakukan ekspedisi ke tempat Pemandian Sirah Keteng yang berlokasi di Desa Bedingin, Kecamatan Sambit. Disana kami dapat menikmati suasana alam yang masih sangat terlihat alami. Mulai dari pemandangan, pepohonan, kolam air yang terus mengalir,suara-suara kicauan burung dapat ditemukan disana.

Perjalanan kami awali dari pusat kota, menuju daerah Jeruksing lalu ke Selatan sampai melewati perempatan Jabung, Jetis, Ngasinan, Bancar. Tapi sesampai di Bancar kami berhenti sejenak dengan menikmati kuliner Soto Santan di desa Bancar, tepatnya sebelah selatan perempatan Bancar sebelah barat jalan. Hmmm, kalau biasanya soto disajikan dengan kuah bening, disini sotonya pakai santan. Rasanya seperti gulai, tapi daging ayam yang digunakan. Boleh dicoba tuh, bila Pozoners berkunjung di daerah Bungkal.
Setelah menikmati makan siang, perjalanan kami pun berlanjut. Lewat jalur perempatan Bancar ke timur dengan jarak kurang lebih 3 Km, kami bertemu dengan perempatan.
Sebelumnya kami belum tahu, dimana lokasi Sirah Keteng. Dengan menggunakan jurus, takut bertanya sesat dijalan, akhirnya kami menemukannya...

Sebuah spanduk membentang "Selamat datang di Kolam Renang Sirah Keteng" menyambut para pengunjung.
Awalnya kami ingin mencari tahu akan sejarah Patung Kepala yang konon ada hubungannya dengan sejarah Ponorogo. Konon menurut cerita warga sekitar, dahulu kala didaerah ini adalah pusat kerajaan Wengker. Dimana sebelum kedatangan Ki Ageng Suryangalam di tanah Wengker, dia bertemu dengan penguasa Wengker. Setelah mengalami pertempuran dasyat, Ki Ageng Suryangalama berhasil menaklukan penguasa Wengker yang berwujud raksasa dengan cara memotong kepalanya.
Spoiler [Show]Lokasi penyimpanan Arca Sirah Keteng

Sebelum kedatangan Ki Ageng Suryangalam, Tanah Wengker merupakan daerah hutan yang dipenuhi dengan penunggu serta terkenal dunia mistiknya... nah, di Sirah keteng salah satu tempatnya... wilayah Wengker pada waktu dulu, luas dan batasnya meliputi :
a. Utara gunung pandan
b. Barat gunung wilis
c. Timur gunung lawu
d. Selatan laut kidul (Samudra Hindia) dengan kraton disebelah barat gunung bayangkaki, tenggara gunung gajah.
Praduga ini berasal dari prasasti “SIRAH KETENG”.

Sejarah tentang patung Sirah Keteng Tim Pozone belum menemukan sumber sejarah yang tepat... tapi dilihat dari bentuknya, patung ini awalnya utuh berupa raksasa yang mungkin dibuat oleh warga dahulu untuk dijadikan sesembahan/pujaan. karena dari bentuk patung, tidak mencerminkan sosok jahat atau menyeramkan sebagaimana yang berkembang di masyarakat. patung kepala sedang tersenyum dan tampak dari potongan bagian belakang yang tidak merata, seolah-oleh sengaja dipecahkan oleh seseorang. mungkin dianggap sebagai berhala atau tidak sesuai dengan kepercayaan yang dibawa oleh tokoh penguasa waktu itu.

Di sebelah arca tersebut terdapat 2 Kolam besar dan 1 kolam pemandian, menurut informasi warga sekitar, selama 2 tahun terakhir alhamdulilah air masih penuh... sumber air yang berada di bawah gorong-gorong mengalir dari puncak pegunungan. (entah kapan pembangunannya... konon masa kerajaan Mataram, sistem pengairannya terkenal sangat baik) rencananya 2 tahun yang lalu, kolam akan didalamkan, dengan maksud debit air dapat terus terjaga. eh, upaya tersebut terkendala dengan sumber air yang tak kunjung surut... semakin digali semakin mengalir deras... alhasil sekarang sudah penuh... disekitar kolam, terdapat sebuah pompa air besar yang berguna untuk mengisi kolam bila kekurangan air..

Melalui bantuan dari Dinas Perikanan Pemkab Ponorogo, dua kolam besar telah disebar ribuan benih ikan Nila dan Mujair, sepertinya tempat ini akan dijadikan wahana Mancing. (pard/them)

Comments

  1. Membaca sejarah masa lalu dan mengunjungi situs-situsnya amatlah menarik. Hendaknya kita jaga kelestariannya jangan sampai dirusak, punah dan hilang tanpa bekas. Untuk pengembangan ke depan tentu amat membutuhkan perhatian kita bersama utamanya pemerintah daerah setempat. Trims infonya yang menarik. Salam sukses.

    ReplyDelete
  2. sungguh terima kasih saya ucapkan atas kunjungan perdananya di blog pardicukup.web.id, memang kota Ponorogo mempunyai segudang potensi wisata sejarah dan legenda. sangat sayang bila kita (baca: kaum muda) menganggap kuno atau gak gaul akan kekayaan daerah ini.
    semoga kedepan menjadi semakin baik. (atau sudah punah kelestariannya...??)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts