jangan pipis di bis!

Kemarin (09/05) aku menempuh perjalanan menuju Surabaya Kota Pahlawan. Kali ini perjalanan mempunyai misi yang cukup berat yaitu mewakili Ponorogo dalam acara Workshop Lukis untuk pemuda... kenapa aku bilang berat?? karena biasanya kalau ada pelatihan berkarya seni, peserta diharapkan mempunyai keahlian dibidang tersebut, minimal menguasai/mengerti tekhnik dasarnya. Tapi tak apalah, itung-itung masih dalam proses pembelajaran wajar saja aku mengikutinya.
Berangkat dari kota Ponorogo pukul 12.23 wib, bersama teman dari sanggar seni Shorzhambu. Sebut saja namanya Sugeng Widodo. Kalau untuk masalah lukis, temanku ini sudah cukup memiliki jam terbang yang lumayan banyak. Lukisannya udah tersebar di beberapa tempat para pejabat kota Ponorogo.


Sedangkan aku??

Aku tak terbiasa bergelut dengan media canvas dan cat. sementara masih fokus sambil mencoba mencari jalan untuk bekal masa depan. Melalui dunia online aku mencurahkan inspirasi, media tanpa batas ini membawaku untuk melakukan apa yang disebut kesenangan. Sempat hampir frustasi gara-gara dunia maya, karena sejak 3 tahun yang lalu menggeluti internet, belum dapat dijadikan pendapatan rutin guna mencukupi kebutuhan sehari-hari. Masih banyak minusnya daripada plusnya (ini kalau dibilang dari segi materi).

hmmm, kok jadi menceritakan aku ya?? ntar aja deh kelanjutannya.

Berangkat dari Ponorogo pukul 05.00 WIB, aku menggunakan transportasi darat dengan menumpang Bus Restu Panda (promosi nih pak manajer bus Panda...). Bis bewarna hijau ini memiliki fasilitas AC didalamnya, cukup membuat aku nyaman dan dapat menikmati suasana perjalanan. Apalagi didalam Bis, kenyamanan ditambah dengan kebersihan lantai dan interior yang cakep deh... tambah pules aja... Kami duduk di kursi bagian kanan Bis, tepat dibelakang sopi baris ke 4. Sugeng duduk dekat kaca, sedangkan aku disebelahnya. Belum jauh bis itu berjalan, mata aku sudah kriyap-kriyip... (maklum semalam wayangan dengan google. hehe)

Ditengah kepulesan tidur aku, saat itu sampai di kota Caruban, tiba-tiba sesuatu ingin keluar dari salah satu bagian tubuh vitalku. Wah, bahaya nih dalam hatiku berkata. Gimana coba kalau anda merasakan itu secara tiba-tiba dan posisi didalam bis? Mana didalam bis gak ada toiletnya, hahahaha... serasa pengin segera ngeluarin deh... duduk udah tidak nyaman, mau ditahan udah nyampai di ujung. kacau pikiran aku.

Bis kemudian berhenti disebuah keramaian warga. Nah, ini nih yang aku tunggu-tunggu. hahaha perasaan udah mulai plong, karena ada sesuatu banget. Namun, semua itu pudar begitu saja setelah aku tahu Bis ini hanya menaikkan penumpang. Bukan seperti yang kuharapkan, masuk ke terminal dan berhenti sejenak untuk istirahat sopir. uwaaaaaaaaaaaaa alamat nahan lagi deh.

Akhirnya kuberanikan diri untuk bicara dengan keneknya. Ini soal masa depan, kejantananku terancam dan bisa-bisa amputasi nih kalau tidak segera diambil tindakan. Dengan langkah tergontai, aku berdiri dan berjalan menuju kenek yang berada dibelakang.

Bagaimana percakapan aku dengan beliau??

Dengan polosnya kuberlagak tanya, "pak kalau kepengin buang sesuatu selain sampah dimana?"

Kenek itu mengkerutkan jidatnya dan menjawab, "maksudnya mau buang apakah, mas??"

Aku pun tak kuasa untuk jujur mengatakannya, "iya pak, ini aku sedang kebelet kebelakang... sudah diujung nih..."

"waduh mas, ndak mungkin kalau sekarang. Nanti ya di terminal Nganjuk, kami berhenti sekitar 10menit untuk mendinginkan bis dan sopirnya.", sahut pak kenek.

"oooo, begitu ya pak?? berarti masih lama dong??", tanyaku lagi.

"iyaaa, kurang lebih sekitar satu jam lagi.", jawab kenek berambut kriting itu.

Waduhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh, seperti tertimpa batuan besar nih kepala. Dieeeeeng.... ampunnnnnn.

"ok, kalau gitu pak... aku duduk kembali saja. nanti bangunkan aku ya pak, kalau sudah nyampai Terminal Nganjuk.", langsung balik badan kembali di kursi penumpangku.

Disitu, Sugeng bertanya "Mau kemana/ngapain kang Pardi?"

"gak kemana-mana, Geng. Cuman pengin ke kamar kecil.", jawabku.

Setelah sekitar satu jam berlalu, Bis ini sudah sampai di terminal Nganjuk. Masuk ke dalam dan seperti apa yang disampaikan pak kenek, bis ini akan berhenti selama 10menit. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, langsung berdiri tegak (tanpa tergontai kayak tadi waktu bis masih berjalan) menuju ke pintu keluar bis dan bertanya ke keneknya. "pak, aku pergi ke belakang sebentar ya?? jangan ditinggal ya pak??", tanyaku dan tanpa banyak babibu langsung lari....kaburrrr....

hahahaha... disinilah penantian itu terjawab. Sebuah ruangan berukuran 3x2 meter ini, sebagai saksi perjalananku ke Surabaya yang sedang mengalami 'kegalauan'. Kebelet pipisssssssssssssssssssssssss.... lantaran sebelum berangkat, aku minum air putih banyak. Jadi, air itu baru dapat diproses dan dikeluarkan kembali setelah 1-2jam kemudian. Kebiasaan aku setiap bangun tidur pasti minum air putih segelas atau lebih, rutinitas ini dipercaya dapat mencairkan suasana badan yang setelah semalam istirahat. Istilahnya sih, mendapat air segar ditengah panasnya hari. hehehe (end)

Comments

  1. diwadahi kresek wae dhe..... :D

    ReplyDelete
  2. lhadalah.... lak ra mbois blas...?? sik mending botol timbang kresek.

    ReplyDelete
  3. hahahah...saya juga pernah kayak gtu mas...perjalanan dari Surabaya ke Ponorogo... :D

    ReplyDelete
  4. hahahaha aku disebut diatas :D
    asli keren ki minum banyak dan didalem bis adem kok ditokne sejam lagi #mdrcct asli rasane luweh ngaplo timbang onani yang udah mau klimak tapi ketahuan tetangga :D

    ReplyDelete
  5. minum air putih memang bagus, tapi klo mo berpergian mendingan jangan2 banyak tuch klo minum air... kerepotan klo pipis d jalan hehehehe :D

    ReplyDelete
  6. haha, dan gimana rasanya?? menegangkan?? atau pengin mengulangi lagi?

    ReplyDelete
  7. mana loh dat??
    benar-benar sensasi luar dalam gemreges tak tertahankan. :))
    #tetangga kamarku, Nchez dong...

    ReplyDelete
  8. betul juga sih mbak yunie, apalagi ditambah ruangan berAC yang cukup dingin. wah... bisa terasa didepan calon mertua. hahaha #keringat dingin bercucuran.

    ReplyDelete
  9. saya tau rasanya gimana..
    soalnya pengalaman mas persis seperti yang saya rasakan
    hahahhahaha!

    ReplyDelete
  10. hahahaha rasanya kepengin teriak argggggggggggggg tapi apa mau dikata...
    #padahal didalam bis ndak ada tulisannya, "dilarang pipis di dalam bis"

    ReplyDelete
  11. wahahhaa, pasti rasanya sengsara banget tu nahan panggilan alam

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts