Sampean Asli Ponorogo, mas?


GAMARESA adalah Keluarga Mahasiswa Kota Reog di Surakarta. Kumpulan dari mahasiswa – mahasiswi Ponorogo yang sedang mengambil studi di Surakarta dan sekitarnya. Gamaresa adalah suatu organisasi resmi dan diakui oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo sebagai media pemersatu putra – putri Ponorogo yang sedang menuntut ilmu di Surakarta. Organisasi GAMARESA bergerak dalam bidang sosial dan budaya.


Begitulah penjelasan yang dapat aku lihat di blog Keluarga Mahasiswa Reyog Surakarta, atau lebih akrab dengan sebutan Gamaresa. Kelompok manusia yang mempunyai persamaan tempat lahir dan tinggal asli, yaitu kota Ponorogo. Persamaan inilah yang paling membuat hubungan antar anggota Gamaresa kuat, sekampung halaman, sesama perantau, sesama menimba ilmu, sesama menjaga nama besar Kota Ponorogo.


Kelompok ini belum lama aku kenal, namun dilihat dari informasi teman-teman anggota, Gamaresa telah berdiri sejak tigabelas tahun yang lalu. Menurut Kesey (sahabatku), dalam acara peringatan hari ulang tahun Gamaresa yang ke-13 kemarin, turut hadir puluhan anggota. Banyak Mahasiswa baru yang ikut gabung dalam Gamaresa, karena selain dapat digunakan untuk menjalin silaturahmi, aktifitas Gamaresa juga bermanfaat untuk menunjukkan eksistensi Ponorogo di luar daerah khususnya di Surakarta, Tambah pemuda asal Jetis itu haha.... Ndesooooo (lagi ngetren) Sejak awal berdirinya Gamaresa, kami telah membangun komunikasi antar calon Mahasiswa Baru yang akan melanjutkan Kuliah di Surakarta.

Hal itu terbukti dengan adanya, kemudahan dalam pencarian tempat kost atau pengurusan surat-surat untuk keperluan kampus. Setiap angkatan lulusan kuliah, Gamaresa mempunyai tempat khusus yang digunakan untuk basecamp sekaligus tempat tinggal salah satu pengurusnya.

Kalau pengalaman aku cukup membantu dengan keberadaan Gamaresa. Pada saat pertama aku berkunjung ke Surakarta dalam rangka mencari informasi Universitas. Dimana saat itu aku mengendarai vespa ditemani oleh sahabat lamaku. Bingung arah dan tujuan, apalagi waktu itu belum punya GPS atau google map. Alhasil teringat dengan Komunitas Gamaresa ini, sebenarnya terdengar sudah sejak aku duduk di bangku SMA. Beberapa kegiatan sering diadakan di Ponorogo, seperti buka bersama, bagi takjil dll.

Tak mau menunggu lama, akhirnya langsung mengkontak mereka. Kebetulan teman-teman semasa SMA banyak yang kuliah di Surakarta, apalagi pernah seatap bareng di Studio Musik Andternas milik saudara Ono. Jadi tak perlu perkenalan panjang. hehehe

Kembali ke topik, kenapa aku tertarik dengan Gamaresa??

aku merasa mempunyai persamaan tanggung jawab dan cita-cita dengan segala aktifitas mereka, cuman perbedaan tempat domisili. Mereka di Surakarta, aku di Ponorogo. Mereka menyiarkan Ponorogo di Surakarta, aku di Internet. Nama Ponorogo selalu menjadi kekuatan untuk dapat terus membuat bangga. Apalagi saat ditanya oleh orang, "Mas asli mana?" bagi mereka yang mengaku bangga dengan kota reyog, pasti akan menjawab Ponorogo. Serasa mak plongggggg...

Aktifitas Gamaresa terakhir adalah sebuah pertunjukan/pagelaran Seni yang diadakan di Panggung Meriam Kembar, Taman Sriwedari Surakarta. Dengan mengangkat tema The Legend Of Reyog Ponorogo, mereka menyajikan pertunjukan reyog untuk masyarakat Surakarta. Acara yang digelar rutin setiap tahun ini, terbukti menarik antusias warga. Terlebih para Mahasiswa Ponorogo dan Warga Ponorogo yang telah rindu akan nuansa kePonorogoan.

Baju hitam panjang, celana kombor lengkap dengan udeng dan kolor, seakan nampak seorang warok yang gagah perkasa, dapat ditemukan dilokasi acara.

Dibalik persiapan acara Kampoeng Ponorogo 2011 ini, aku perlu berikan acungan jempol atas segala usaha dan niat kerja panitia. Dimulai saat pencarian sponsor, pengajuan donatur, permohonan ijin dll, semua berkat kerja sama tim yang kuat. Perlu diingat, sesuatu yang dikerjakan secara bersama apalagi dalam sebuah tim, pasti akan terasa ringan. Dimana para anggota tim sudah mempunyai tanggung jawab masing-masing. Sekali lagi aku acungkan 4 jempol untuk teman-teman Gamaresa.

Persiapan lainnya juga aku susun untuk dapat ikut serta memeriahkan acara. Memang dalam keanggotaan Gamaresa, aku tidak mempunyai jabatan atau hak kuasa. Namun aku diberikan kepercayaan untuk mengkoordinir para pelaku UKM kerajinan reyog dan asli Ponorogo. Selain produk aku sendiri, Kaosponorogo juga ada peserta bazar yang lain yaitu topengart, sanggarsendaren, batiklesoeng dan jenang.
Berikut beberapa video persiapan sebelum keberangkatan ke acara Kampoeng Ponorogo 2011, Surakarta.

http://youtu.be/fMOeA1D8alI
Nampak beberapa produk kerajinan Ponorogo sedang kami tata di mobil. Kerajinan Topengart merupakan salah satu produk unggulan Ponorogo, terbukti dengan banyaknya permintaan dari luar kota dan negeri berupa topeng khas Ponorogo.

Sebuah Kebanggaan kami.
Merayakan atau menggelar acara bertemakan kampung halaman Ponorogo di Surakarta, sebuah bukti rasa kerinduaan yang amat mendalam panitia. Mereka menyusun kepanitiaan demi sebuah KEBANGGAAN dan bukti eksistensi dukungan promosi wisata Ponorogo. Terlepas dari agenda Pemerintah Ponorogo dengan beragam pengenalan pariwisata dan seni budaya, acara pasti akan mendapat dukungan dari Pemda setempat. aku kurang tahu banyak dengan keadaan kepanitiaan Gamaresa, dilihat dari pelaksanaan cukup sukses. Sedangkan dikeadaan keuangan, hanya panitia yang tahu.

Semoga acara seperti ini terus dapat dilaksanakan, untuk daerah lain mari masukan agenda rutin pelaksanaan Kampoeng Ponorogo di tempat anda tinggal.
Untuk mengikuti informasi komunitas Gamaresa silakan gabung

Facebook Keluarga Mahasiswa Reyog Surakarta

Comments

  1. keren, aku ya asli ponorogo lurr!!

    ReplyDelete
  2. saya belum pernah merasakan penyesalan hidup di kota budaya ini kang e :D

    ReplyDelete
  3. syukurlah... Ponorogo tetap menjadi kebanggaan. walaupun dalam kenyataannya, perjuangan militan tak pernah berhenti digelorakan teman-teman.

    ReplyDelete
  4. selamat Reza, memang kota ini mempunyai segudang kekayaan yang tak dapat ditemukan di kota lain.
    bila ditelisik lebih dalam, mengenai lalu lintas kendaraan, Ponorogo termasuk terpencil.
    coba lihat, paling lalu-lintas ramai berasal dari Trenggalek/Tulungagung/Pacitan.
    itupun lalu lintas kendaraan besar pengangkut hasil bumi yang sekedar melintas untuk melanjutkan perjalanan.
    Beda dengan lalu lintas Solo, terdapat lalu lintas provinsi yang sangat menunjang adanya perputaran ekonomi yang bagus seiring jumlah pengendara yang melintas.

    Beruntung Ponorogo mempunyai reyog.

    ReplyDelete
  5. Jangan pernah menyesal lur, sing tenang! :D

    ReplyDelete
  6. sing tenang............. kabeh kebagian............ :lol:

    ReplyDelete
  7. lha iki leeeeeee... lakon e. ha ha
    sing tenang kepiye kang?? wong arep musim udan, trus talangku rung tak dandani iki piye nek trocoh?? ora tenang blas kieh...

    ReplyDelete
  8. lagi bagi-bagi opo iki kang udin?? aku ora sah antri ae, tak langsung moro nang umah ae. hehe

    ReplyDelete
  9. aku yow wonk ponorogo mas, tulen...

    ReplyDelete
  10. aku juga ponorogo mas.. jetis mas.. hahaha

    ReplyDelete
  11. hehe, matur nuwun sampun kersa rawuh.

    ReplyDelete
  12. aq asli sooko. sooko masih diakui wilayah Ponorogo kan? hahaha

    ReplyDelete
  13. iya jelas dong kang, piye toh sampean iku?
    Sooko adalah salah satu Kecamatan paling timur Kabupaten Ponorogo.
    tapi kalau orang Sumatra, Kalimantan dll apa mungkin tahu sooko? paling taunya Ponorogo dulu. :D

    ReplyDelete
  14. Perkumpulan yang mantap..
    membawa manfaat untuk terus melestarikan budaya
    keep on going
    *walopun saya bukan orang Ponorogo, tapi budaya bangsa tetap harus dihidupkan!*

    ReplyDelete
  15. terima kasih sanjunganya mas.
    saya pun tidak tercatat dalam keanggotaan perkumpulan ini, tapi saya cukup tertarik dengan agenda-agenda seperti ini.
    mempersatukan kedaerahan ditanah rantauan.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts