Seniman kopong

Oleh : Pardi Prabowo

Penampilan nyentrik dan menarik mungkin dapat aku temui, saat pertunjukan atau acara yang berkaitan dengan dunia seni. Rambut panjang, asesoris melekat erat disekujur tubuh, mulai dari pakaian, celana, gelang, pipa rokok, bahkan pakaian dalamnya. (haha ini hanya beliau-beliau itu yang tahu, aku gak berani liat.)

Aktifitas mereka bila bertemu/kumpul, kebanyakan ngobrol dan saling bercerita seputar dunia kesenian. Ya maklumlah, lingkup kerja mereka kan dunia seni. Kalau mereka ngomongin artis, ntar namanya seniman gosip. Kalau mereka ngomongin harga cabe, namanya seniman bakulan. Kalau mereka ngomongin dunia mistik, ntar namanya seniman klenik. Kalau mereka ngomongin karya dan membuat karya terbaru, ini baru disebut seniman sesungguhnya. Kenapa??

Menurut penglihatan aku (weh, kayak paranormal aja nih), kata seniman itu berasal dari kata Seni dan Man. Jadi artinya Seniman seseorang yang mempunyai daya cipta karya yang bernilai seni. Hal serupa juga diartikan oleh Wikipedia, "Seniman adalah istilah subyektif yang merujuk kepada seseorang yang kreatif, atau inovatif, atau mahir dalam bidang seni. Penggunaan yang paling kerap adalah untuk menyebut orang-orang yang menciptakan karya seni, seperti lukisan, patung, seni peran, seni tari, sastra, film dan musik. Seniman menggunakan imajinasi dan bakatnya untuk menciptakan karya dengan nilai estetik. Ahli sejarah seni dan kritikus seni mendefinisikan seniman sebagai seseorang yang menghasilkan seni dalam batas-batas yang diakui."

Nah, apakah semua orang dapat dikatakan mempunyai nilai seni?? seperti apa yang sebutkan diatas. (sesuai bidang yang dibicarakan... ngomong terus kapan karyanya??)

Kalau menurut aku lagi (jadi sok tau nih aku...haha), seluruh aktifitas kehidupan manusia di bumi merupakan sebuah daya cipta seni yang luar biasa. (tuh kan jadi tambah sok tau...) Mulai dari seni bangun tidur, seni mandi, seni berpakaian, seni berjalan dan seni-seni yang lainnya. haha dibilangin seni itu dapat diartikan segala aktifitas kehidupan.

Namun beda halnya dengan seniman. Seseorang dapat menyandang sebutan seniman bila, mereka terus menciptakan karya. Bukan dari penampilan dan gaya sehari-harinya. apalagi pergaulannya bersama para seniman yang akhirnya seiring waktu muncul sebutan, seniman.

Memang dapat aku akui, bahwa saat ini proses menuju sebutan atau gelar seniman sedang aku cari. Darimana dan bagaimana memulainya? melalui artikel-artikel tentang kePonorogoan telah sedikit banyak tertulis, aktifitas potret memotret juga pernah aku pelajari, sering berdialog dengan 'seniman' senior, bahkan memproduksi kaos oleh-oleh khas Ponorogo tengah aku tekuni hingga saat ini.

Kadang aku terlalu naif bila disebut seorang seniman, disisi lain karya dan aktifitas sehari-hari masih sangat jauh dari penjelasan kata seniman diatas. Itulah pandangan dari beberapa rekan yang bertemu denganku, tapi apakah aku sudah layak?

Satu kata aku katakan, BELUM. Perlu banyak proses yang harus dilewati dan diselesaikan untuk mencapai sebutan Seniman. Tak mau menanggung malu, ketika ditanya oleh orang yang baru bertemu lalu menanyakan produk/karyanya dibidang apa? lalu apa saja? boleh aku lihat? bagaimana proses pembuatannya? apakah aku bisa melihat?

serangkaian pertanyaan diatas perlu segera dipersiapkan kedepannya, demi terwujudnya sebuah gelar/sebutan seniman dengan sempurna. Bukan hanya wacana Seniman Kopong, selalu berdandan nyentrik, harus berambut panjang, kemana-mana ngomongin dunia seni, namun kenyataannya jauh dari harapan.

Semoga anda para pengunjung blog ini, tak merasa tersinggung dengan segala celotehan konyol ini. Bagi yang sudah menyandang gelar Seniman, silakan lanjutkan aktifitas anda, pasti ada celah bila tekun. Sedangkan bagi anda yang belum mendapat gelar tersebut, janganlah berkecil hati. Dalam sebuah proses kesempurnaan, butuh kejituan dalam menentukan kapan saat yang tepat untuk melempar granat. Kapan saatnya untuk berlindung didalam bungker, sembari menimba ilmu dan kemampuan.

Dan yang paling terakhir, bagi anda yang sudah menyandang gelar seni(man), nama anda sudah besar. Posisi dimasyarakat tentu mempunyai nilai lebih tinggi daripada warga yang lain. Pandangan masyarakat menganggap anda mempunyai keunikan dan kemampuan berbeda. Saatnya menunjukkan kembali kepada mereka. Bahwa anda pantas mendapat gelar tersebut. Bukannya hanya diam dan gembelengan tanpa karya dan hasil cipta.

Sekian.

Comments

  1. suatu pandangan yang saya rasa menarik untuk dikaji atau lebih mampu membuka mata tentang nilai seni>>>>
    siip

    ReplyDelete
  2. terima kasih kang Muhtar. semoga bukan hanya celotehan gombal saya semata.

    ReplyDelete
  3. wah mnurut saya sngat penting tu mas muhtar,memotivasi saya untuk lebih memahami seni ataukah seniman yang sbenarnya...sip

    ReplyDelete
  4. kacian juga ya yang kena.

    ReplyDelete
  5. Bayu Art, sebenarnya saya juga takut dengan tulisan seperti ini. Namun, bagi seorang blogger pemula seperti saya, kadang perlu melakukan suatu tindakan yang sedikit ekstrim.

    ReplyDelete
  6. ya, siapa aja kan bisa kena mas.
    termasuk saya sendiri.

    ReplyDelete
  7. Wah, mengapa saya harus tersinggung dengan posting-an ini?
    Toh saya bukan seniman. :D

    Gak apa2, Mas, posting-an subjektif begini, Namanya juga blog pribadi. :)

    ReplyDelete
  8. halooo bang Asop, lama gak muncul nih. hehehe
    ya gitu deh, katanya teman seperjuanganku bahasa tulisan menyesuaikan keadaan hati penulisnya. hehehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts