Mungkin begini jika istri tidak dirumah


Saya sering mengajak anak bermain ke luar rumah, entah ke taman bermain, kedai kopi, ngantri di bank, dan aktifitas lainnya. Karena kebiasaan saya ini, pernah ditanya oleh salah satu orang ketika sedang menunggu antrian di bank. Seorang ibu-ibu tua berusia sekitar 56tahun bertanya, "Lho ibunya kemana mas?" Belum sempat menjawab, ibunya itu menambahkan "keluar negeri ya ibunya?". Saya langsung diam dan tanpa memberikan jawaban.

Lalu, si ibu memberikan penuturan "yang sabar ya mas, mengasuh anak, doakan ibunya sehat terus dalam berkerja di luar negeri"

Saya pun hanya manggut-manggut sambil mengiyakan apa yang disampaikan beliau.

Kami pun lantas melanjutkan antrian, saat itu masih banyak yang ngantri. Untuk mengisi kekosongan/kegaringan suasana, saya menyampaikan komentar atas apa yang diucapkan ibu tadi.

Sebenarnya ibunya genduk dirumah kok buk, dia mengurusi anak saya yang kecil alias adiknya Kirana. Saya mengajak anak keluar rumah agar dapat berinteraksi dengan orang lain, supaya rasa sosialisnya terbentuk sejak kecil. Ya tentu berdasarkan panduan orang tuanya. Si ibuk-ibuk itu pun hanya terdiam sambil mencoba memberikan pertanyaan kembali... namun, nomer antrian saya dipanggil oleh costumer servis. Lalu kami pun berpisah... hahaha

Inti dari cerita saya adalah di Ponorogo banyak Tenaga Kerja yang berangkat ke luar negeri. Entah sebagai buruh pabrik, pembantu rumah tangga maupun pekerjaan yang lainnya. Nah, pemikiran orang yang melihat saya mengasuh anak di luar rumah mungkin seperti ditinggal istri atau sebagai bapak rumah tangga.

Mudah-mudahan apa yang diperjuangkan oleh saudara saya yang kini ada diluar negeri dapat terwujud dan dibawah lindungan Tuhan YME.  Salam hangat dari bumi reyog untuk sedulurku sekalian.

Comments

Popular Posts