Saya pinjam uang itu, untuk beli HP dulu ya?

Terima kasih banyak teman-teman
Terima kasih saya ucapkan kepada semua yang telah mengikuti, informasi online sosial masyarakat Ponorogo melalui akun sosial media Kang Pardi Prabowo. Banyak hal yang ingin saya sampaikan pada postingan kali ini. Diantaranya perihal uang yang saya gunakan untuk membeli perangkat aktifitas online tersebut, merupakan suntikan dana dari beberapa sumber. Permintaan maaf yang pertama ingin saya sampaikan adalah kepada teman-teman Blogger Kotareyog.com, dimana saya telah menggunakan uang yang seharusnya untuk komunitas blogger Ponorogo. Donasi tersebut berasal dari hasil kunjungan acara KOPDAR BLOGGER yang dilaksanakan Rumah Blogger Indonesia beberapa waktu yang lalu. Namun, disini saya akan bertanggung jawab sepenuhnya atas penggunaan dana tersebut. Sebelumnya, mari kita lihat dan amati bersama bagaimana perkembangan Komunitas Blogger Ponorogo (kotareyog.com) setahun terakhir. Saya pribadi mengucapkan, ini adalah komunitas mandul yang sudah tidak layak berproduksi. Kemana para penghuninya? kemungkinan mereka sedang asyik mencari naungan atau melahirkan produk baru. Ya, trend di internet memang terus mengalami peningkatan, kemajuan hal tersebut wajib hukumnya untuk diikuti, jangan sampai tertinggal dengan yang lain.
Menanggapi hal tersebut, saya memikirkan bagaimana komunitas ini dapat berkembang secara alami...?? apakah mengawinkan kemajuan tekhnologi tersebut atau menambah penulis konten. Mungkin dari cara itu tadi akan susah untuk maju, jika para pelaku didalamnya memang sudah tidak mempunyai kesenangan terhadap blog itu sendiri.
Sangat disayangkan, sejak tahun 2008 komunitas ini telah memberi warna pencarian di internet, terutama informasi positif kabupaten Ponorogo dan seluruh aktifitas unik para anggotanya. Mungkin karena tidak adanya regenerasi anggota yang akhirnya membuat lesu menulis postingan terbaru. 
Kalau boleh jujur nih, di Ponorogo itu banyak penulis yang sangat produktif. Sebagian dari mereka justru menitipkan artikelnya, pada komunitas-komunitas lain yang dianggap dapat membuat jenjang karirnya meningkat. Ini yang harus disadari oleh para punggawa blogger kotareyog.com. Selama ini saya mengamati hanya orang itu-itu saja yang aktif dikeanggotaan. Kenapa kok sampai begitu?? Karena kurangnya komunikasi kepada para blogger aktif yang belum tergabung di kotareyog.com. 
Pernah saya mendapatkan sebuah pertanyaan dari obrolan warung, "Seharusnya para blogger itu tidak terlalu idealis untuk mengurusi komunitasnya. Mereka harus dapat merangkul semua kalangan, untuk ikut bersama-sama membangun daerah domisilinya. Tanggung jawab itu tidak dapat dibalik, bahwa yang muda lebih baik mengawali komunikasi kepada para penulis senior. Contohnya yang saya kenal adalah sosok bapak Sutedjo, beliau merupakan penulis andalan dari kota reyog. Buku hasil karyanya sudah puluhan, namun belum dapat mengoperasikan tekhnologi dengan baik. Ini salah satu tugas para blogger untuk ikut mengenalkan kepada beliau, tentang bagaimana mengemas tulisan/artikel melalui dunia maya." Itu sekedar sebuah ungkapan dari salah satu teman yang terus memperhatikan perkembangan informasi di Ponorogo.

Sekedar informasi saja, dana yang saya maksud diatas adalah sebesar Rp. 1.333.334,- dimana dana yang ditransfer oleh pakdhe Blontank adalah 2jt. Awalnya dana tersebut berasal dari sponsor sebesar 10jt, kemudian dibagi menjadi 5 komunitas. Namun karena ada 1 komunitas yang terlupa, akhirnya diganti pembagiannya dengan nilai Rp. 1.666.666,-. Alhasil setiap komunitas ditarik Rp. 333.333,- untuk ditransfer ke komunitas blogger Madura. Loh kok jumlah uang yang digunakan tidak sama dengan pembagiannya? Jadi begini, saya mendapatkan transferan dari pak Blontank sebesar 2jt itu untuk komunitas kotareyog.com, sebelumnya saya mendapatkan mandat dari pengurus blogger Madiun, titip dana transferan tersebut. Saya pun mengirimkan sebesar Rp. 666.666,- kepada blogger Madura melalui rekening BCA sebagai potongan dari blogger Ponorogo dan Madiun. Karena dana sudah terlanjur ditransfer kepada 5 komunitas blogger. Saya pun mengira bahwa perwakilan blogger Madiun sudah konfirmasi bahwa rekening tujuannya menggunakan punya saya, eh ternyata Pakdhe hanya mentransfer bagian untuk kotareyog.com saja. 

Saya belikan smartphone
Karena hasil dari ngamen di youtube kurang menggairahkan, saya berpikiran untuk mengolah koten Ponorogo lebih banyak. Tapi saya terkendala dengan fasilitas pendukung. Kamera telepon seluler yang sering saya pakai sudah terlalu lama menderita, hp HTC Desire HD ini cukup mendapatkan hasil banyak video dan foto tentang kota Ponorogo. Satu hal yang pernah saya lakukan dengan hp itu adalah merekam acara pagelaran 200 dadak merak, melalui puncak gapura tulisan slogan di depan panggung utama Ponorogo. Videonya ada pada berikut ini : 
Keinginan saya terlalu tinggi untuk dapat merekam semua aktifitas masyarakat Ponorogo, walaupun dengan perangkat yang seadaanya. Saya pun berniat untuk memperbaharui hp tersebut dengan menggunakan dana transferan kemarin. Berburu di postingan forum jual beli Ponorogo, ketemulah saya dengan penjual HP HTC asli bawaan dari Taiwan. Dijual dengan harga 1,4jt. saya pun mengiyakan penawarannya. Dan akhirnya saya memperbaharui perangkat perang yang sudah usang itu. Berikut video hasil dari rekamannya :

Ya mungkin itulah tulisan yang ingin saya tujukan kepada teman-teman blogger kotareyog.com. Saya janji, untuk mengembalikan dana tersebut. Namun, selama masih belum digunakan untuk kepentingan komunitas, ijinkan saya pakai dahulu. Semoga berkenan. Salam. 

*) bagi yang ingin membahas masalah ini lebih serius, silakan kirimkan email di pardicukup@gmail.com atau via facebook.com/pardicukup, saya akan jelaskan lebih lengkap dan terbuka. 

Comments

Popular Posts