Tentang #kitaindonesia

Halo sedulurku dimanapun berada, bagaimana kabarnya?? 
Masih dalam suasana kemerdekaan, tentu banyak kegiatan daerah yang digelar oleh karang taruna/kelompok pemuda setempat. Diantara kegiatan-kegiatan tersebut, mempunyai nilai perjuangan untuk menjadi yang terbaik dan terkuat. Misalnya lomba panjat pinang, pada lomba ini peserta dituntut untuk mencapai puncak dimana telah tersedia aneka macam hadiah. Biasanya sih terdiri dari beberapa orang satu grup, rata-rata pesertanya adalah laki-laki. Belum pernah saya temui, lomba panjat pinang pesertanya ibu-ibu, mungkin kalau setengah wanita pernah lihat videonya di Facebook lucu sekali tingkah mereka. Peserta yang terkuat dan beruntung akan dapat kesempatan mencapai puncak. Kok bisa beruntung? Iya jelas dong, itu tiang yang dipanjat kan dikasih oli awalnya. Karena sudah sering dipanjat, alhasil olinya lama-kelamaan akan berkurang alias sebagian menempel pada badan peserta. Mustahil rasanya jika memanjat tiang ini dalam kondisi penuh oli/minyak. Nah, karena serunya saat para peserta pada membentuk formasi bertingkat, dimana yang paling besar/kuat badannya berada dibawah, lalu ketika semua sudah naik yang paling atas berusaha meraih puncak, pasti deh akan melorot kebawah lagi, lalu akan terus berulang-ulang bergantian antar kelompok. Hingga akhirnya para peserta sudah mulai kehabisan tenaga dan tiang sudah bersih, baru dapat dipanjat.

Ada lagi lomba makan krupuk, mungkin makanan renyah satu ini hanya ada di Indonesia. Sudah menjadi ciri khas orang kita, bahwa krupuk merupakan teman yang baik saat menyantap nasi atau mie goreng. Berdasarkan terawangan mata hati saya, asal mula lomba makan krupuk ini adalah wujud perjuangan masyarakat Indonesia saat masa penjajahan, dimana krupuk merupakan lauk yang paling terjangkau dan mudah didapatkan. Ibaratnya makan apapun kalau ditambah kerupuk, rasanya sudah berbeda, itulah keajaiban dari kerupuk. Namun ada yang sampai sekarang membuat saya heran, kenapa kok ada sebutan kerupuk bandung?? Bagaimana asal-usulnya?? Krupuk bandung adalah salah satu jenis makanan ringan dengan bentuk bulat dan mempunyai rongga berlubang. Rasanya gurih seperti ada bawang dan ikan laut. Biasanya diletakkan semacam kotak berkaca dan terdapat kode tulisan sesuatu. Harganya sekitar 500-1000 rupiah. Entah dahulu kala siapa yang pertama kali menemukan istilah ini. Apakah orang Bandung yang menyebarkannya atau namanya pak Bandung penemunya? saya tidak tahu, yang jelas ini makanan sudah menjadi salah satu kekayaan kuliner Indonesia.
k-game.net
Krupuk-krupuk itu digantung rapi berjajar di seutas tali, sangat memungkinkan dapat diikuti oleh banyak peserta. Posisi krupuk berada sedikit tinggi dari peserta dan tangan diikat kebelakang, jadi harus dengan jinjit atau melompat untuk dapat menggigitnya. Peserta yang paling cepat memakan krupuk akan menjadi pemenangnya.
Dan masih banyak lomba-lomba yang hanya diperingati setiap setahun sekali, gigit koin, gebuk bantal, gigit kelereng, balap karung, dll semua hanya di Indonesia.

Kemeriahan perayaan kemerdekaan RI sangat terasa ketika, saya melintas di daerah yang jauh dari perkotaan. Semarak warga memasang bendera, umbul-umbul, lampu hias dan membuat gapura selamat, begitu meriah terpasang di sepanjang jalan. Di lingkungan tempat tinggal saya, warga menggelar tasyakuran bersama dengan menutup jalan. Warga diharap membawa bekal makanan berupa nasi ayam, perorang 3 bungkus/kotak. Nanti akan dimakan bersama-sama saat acara. Ada pula lomba menyanyi dan baca puisi, ditutup dengan kembang api.
Inilah bukti bahwa banyak cara dalam merayakan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, namun tetap #kitaindonesia, DIRGAHAYU INDONESIAKU.

Satu hal yang menjadi saksi kedamaian Bhineka Tunggal Ika di Ponorogo dapat disaksikan pada video berikut ini, dimana para tokoh masyarakat, organisasi pencak silat melaksanakan upacara bersama di puncak gunung Beruk, Karangpatihan Balong Ponorogo.

Comments

Popular Posts