Dadak merak Bantarangin ngamuk!!

Masyarakat Somoroto duwe gawe, kalimat inilah yang tepat diberikan untuk pagelaran Bantarangin Festival 2016 pada tanggal 27 Oktober 2016 kemarin. Beragam acara digelar, melibatkan seluruh elemen warga. Mulai dari muda hingga tua, saling berkerjasama mempersiapkan acara ini agar terlaksana dengan baik dan lancar. Sejak dua Minggu sebelumnya, saya dihubungi oleh ketua Panitia untuk dapat ikut membantu promosi Bantarangin Festival 2016 di sosial media. Tak lupa, panitia juga meminta supaya acara yang akrab disebut Tutup Suran ini dapat disiarkan langsung di Facebook maupun Youtube. 
Sejak pertama memberikan info, panitia sudah berpesan bahwa anggaran minim, bahkan untuk persiapan acara panitia menggalang dana dari rumah ke rumah. Sehingga tidak ada kompensasi dana untuk rekan-rekan media yang melakukan peliputan acara #bantaranginfestival. Pada hari H, kawasan Monumen Bantarangin diguyur hujan sejak siang hingga sore. Namun awak media sudah berada di lokasi sejak siang dan nampak antusias menantikan acara inti digelar. Sore itu, acaranya adalah Kirab dan Porak tumpeng raksasa. Ada lima buah tumpeng sudah dibuat oleh warga di tempat yang berbeda dan dikirab menuju lokasi acara. Tumpeng raksasa ini terdiri dari beragam hasil bumi, hampir semua terdiri dari buah dan sayur. 


     

Comments

Popular Posts