Nyairin Western Union di Ketapang

Western Union

Sebelum membaca tulisan saya tentang air terjun Toroan, sebaiknya silakan lihat video berikut ini. Jika pada video ini sudah cukup memberi informasi sesuai judul, anda bisa tutup tab ini setelah membaca tulisannya juga. Terima kasih ya... hehe

Puluhan turis ini adalah para penulis/pegiat blog dan sosial media dari penjuru Indonesia. Kedatangan mereka ini bukan tanpa alasan, komunitas blogger Madura (Plat-M) sedang punya gawe mempromosikan daerah mereka. Berkerjasama dengan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS), mengajak para blogger keliling Madura tanggal 22-25 November 2016 kemarin. Mereka akan disuguhi aneka macam potensi Pulau Madura, mulai dari makanan, pakaian, wisata alam hingga menyeberang ke pulau Giliyang.
Saya kurang pandai menulis, teman-teman dapat melihat postingan sebelumnya tentang perjalanan lengkap selama di Madura berupa dokumentasi foto dan video. Pada link berikut ini. PULAU MADURA DIJUAL. atau bisa juga di daftar video youtube.com/pardicukup

Ok, saya akan menceritakan pengalaman ketika berada di air terjun Toroan. Perjalanan ini adalah hari pertama setelah semalam menginap di obyek wisata Pantai dan Hutan Kera Nepa. Kami menginap di sebuah rumah besar milik warga yang disewakan. Menurut penuturan panitia, rumah tersebut jarang ditempati oleh pemiliknya karena sudah berdomisili di perantauan. skip. (saya akan cerita nanti kalau sempet tentang tempat ini)

Selama di Madura, rombongan Blogger ini menaiki bus Pariwisata yang sangat nyaman. Sopirnya cukup nyaman dalam mengantar kami ke tempat tujuan kunjungan. Namun sayang, tindakan kondekturnya membuat saya mengurangi kenyamanan tersebut. Kenapa?? Setiap bus berhenti di lokasi wisata, kondektur itu selalu membuang sampah seenaknya. Ya, tempat sampah yang berada di dalam bus dibuang isinya ke luar tidak jauh dari bus berhenti. Niatnya membuat nyaman penumpang, tapi bagi saya yang duduk di bangku belakang, melihatnya langsung seakan tak terima dia membuang sampah sembarangan. Semoga beliau membaca tulisan ini.

Para blogger berpesan kepada sopir bus untuk berhenti ke swalayan. Sepertinya mereka sedang kelaparan atau sekedar untuk membawa bekal makanan/minuman. Berhentilah kami di depan sebuah swalayan, seingatku di seberangnya ada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Ketapang. Saat teman-teman sibuk berbelanja, saya memilih mencari Kantor Pos untuk mencairkan pembayaran dari Google Adsense. Maklum waktu berangkat dari Ponorogo, hanya membawa uang secukupnya. Alhasil saya berjalan menelusuri jalan kecamatan Ketapang Jaya. Belum jauh kaki melangkah, menemukan kantor Pegadaian. Waktu itu masih menunjukkan pukul 08.00 WIB, nampak hanya petugas keamaan yang tengah bersiap-siap menyambut para pengunjung kantornya. Saat saya bertanya apakah disini bisa mencairkan tagihan Westren Union? Bisa, jawabnya. Tapi sekarang pegawainya belum datang pak, mungkin 10-20 menit lagi baru bisa melayani. Atau bapak bisa ke Kantor Pos, dari sini sekitar 700meter sebelah pasar Ketapang. Begitu kata Bapak Satpam yang nampak masih muda itu. Ok kalau begitu, saya akan kesana saja.
Pertigaan besar di kawasan Pasar Ketapang Daya

Pedagang buah di Pasar Ketapang

Lapak pedagang buah di pasar Ketapang Daya

Angkutan umum nampak parkir di depan pasar 

Ijin melintas Komandan! Koramil Ketapang, Kabupaten Sampang.

Nah, ini dia kantor Pos yang saya cari. Untuk dapat mencairkan tagihan Western Union di Madura, diperlukan dua identitas, yaitu fotokopi KTP dan SIM atau identitas lainnya. Sekitar 10menit proses pencairan, lalu balik lagi dengan rombongan.
Sedikit pengalaman baru dalam hal pencairan tagihan ke Western Union (WU). Sebenarnya sebelum saya sampai ke kantor Pos, sempat masuk ke kantor pegadaian kedua. Disini sudah ramai aktifitas nasabah. Saya langsung minta surat/kerta WU, baru menulis nama dan alamat petugas keamanan menyapa dengan memberikan informasi bahwa disini untuk mencairkan WU harus menggunakan dua identitas. Merasa persyaratannya ada yang tidak memenuhi, saya pun meninggalkan kantor tersebut untuk segera lewat Pos saja. Sesampai disana, menyetorkan fotokopi KTP. Meski diminta dua identitas juga, tapi tidak harus memfotokopi semuanya. Cukup salah satu saja. Waktu itu saya menunjukkan SIM, lalu bapak petugasnya mengetik dan memastikan bahwa identitasnya sama. Tanda tangan, lalu uang pun diberikan sejumlah tagihan yang dikirimkan Google Adsense. Lega rasanya, seakan minum air segar diperjalanan yang kering melelahkan. hahaha

Sebelum sampai ke lokasi air terjun Toroan, di dalam bus kami berkaraoke lagu-lagu yang sudah disediakan armada ini. Tidak banyak koleksi lagunya, hanya beberapa lagu Pop Indonesia, Dangdut Madura, dan Lagu Melayu lawas. Bagi orang yang hafal lagu Exist yang berjudul Mencari alasan, berarti dia generasi 80/90an. hehe Lha iya, lagu itu kalau tidak salah dibuat pada tahun 1996 sekaligus membuat grup band ini melejit ke papan atas dunia musik Indonesia. Dahulu hiburan malam ketika belajar adalah radio, dimana yang paling sering dinantikan adalah pemutaran lagu-lagu yang sedang populer setiap Minggu. Nah, Exist dengan lagu Mencari Alasan mampu bertahan cukup lama, tak tergoyahkan dengan grup band lainnya. Jika teman-teman sudah melihat video diatas, tentu paham siapa saja yang berada di dalam bus itu. Paling tidak dapat dengan mudah ditebak, mereka kelahiran tahun berapa.

Air Terjun Toroan berada di pinggir jalan raya, sehingga memudahkan akses wisatawan mengunjunginya, juga dilewati angkutan umum menuju Kecamatan Ketapang. Diperlukan waktu sekitar 20 menit dari pusat kota Sampang. Hal yang membuat menarik dari air terjun ini adalah lokasinya yang berada di pinggir laut, berbeda dengan air terjun umumnya yang berada di pegunungan atau di dalam hutan. Air yang mengalir dari ketinggian kurang lebih 10 meter ini langsung terjun dan bermuara di laut. Hamparan batu karang terbentang luas, disini pengunjung dilarang mandi disekitar air terjun. Banyak karang tajam yang membahayakan keselamatan. Pemandangan menjadi terganggu karena banyak sampah berserakan di sepanjang jauh mata memandang pantai. Seperti pernah digunakan untuk penambangan pasir secara besar-besaran, hingga membuat permukaan pasir di muara air terjun hilang terkikis sedikit demi sedikit. Pada video saya diatas, nampak aktifitas warga yang sedang menambang pasir di tengah laut. Mungkin sudah ada larangan/peringatan dari pemerintah setempat tentang pengelolaan tempat wisata Air Terjun Toroan ini.
Akses jalan untuk menikmati air terjun Toroan sudah dibangun anak tangga. Menurut info dari panitia, fasilitas tersebut dibangun swadaya oleh warga setempat. Sebuah kabar membahagiakan, karena sudah mulai ada keterlibatan masyarakat untuk sadar wisata. Disebelah kanan kiri air terjun, masih banyak tumbuh rindang pepohonan. Belum banyak bangunan yang merusak pemandangan, hanya beberapa rumah di dekat pintu masuk dan tempat parkir cukup untuk 10 bus.
Bersama dengan Desainer asal Rembang dan Pegiat Pramuka asal Bojonegoro

Pengunjung dapat melihat dari atas air terjun, mungkin untuk sekedar selfy atau memanjakan mata jauh memandang. Tetap waspada dan hati-hati ya teman.

Pemandangan dari atas air terjun

Batuan karang yang berada di sekitar air terjun.
Pada perjalanan saya di air terjun Toroan ini menghasilkan kesimpulan, bahwa peran serta masyarakat merupakan faktor utama dalam mengambangkan potensi wisata alamnya. Mulai dari menjaga kebersihan hingga merawat kekayaan alam, harus dilakukan dengan berkelanjutan. Potensi air terjun Toroan masih perlu dikembangan dengan maksimal, agar dapat mendatangkan wisatawan. Tentu hasil akhirnya adalah untuk menambah pendapatan ekonomi warga sekitar. Pemerintah dalam mempromosikan dan membangun faslitas umum di objek wisata juga merupakan hal penting. Semoga dikunjungan saya selanjutnya, tempat ini semakin indah. 
Selanjutnya kami pun kembali menaiki bus untuk tujuan selanjutnya yaitu ke Unit Pengelola  Pangkalan Pendaratan Ikan Pasongsongan dan Pulau Giliyang.

Comments

  1. Pertamax...
    AKu ider muka kesana kemari...
    Opo maneh lak cedak2 karo Kang PArdi mesti keno foto + videone..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, dari mulai ketemu di Terminal sampai balik lagi ke Terminal, kita selalu bersama... hahaha

      Delete
  2. Replies
    1. lumayan cak iso nukokne sandangan wong omah

      Delete
  3. Nah ya bapak kenek itu yg selalu buang sampah sembarang yg membuat gmana y kang pardi..

    Ah aku dah nonton smua youtube nya kang. Keren kang

    ReplyDelete
    Replies
    1. padahal udah diingetin, eh tetap aja dibuang lagi sembarangan. duhhhhh

      Delete
  4. Asyik ya, jalan-jalan sambil pencairan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. percayalah, bahwa rejeki sudah ada yang ngatur... tinggal usaha dan selalu bersyukur... semangat kak!

      Delete
  5. Semoga ke depannya berbagai fasilitas di air terjun Toroan makin dibenahi ya agar pengunjung makin ramai dan bisa jadi ladang rejeki baru utk warga sekitar

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul. dan masyarakatnya juga semakin sadar akan wisata.

      Delete
  6. Aku gak nyawang kondekture ngguwak sampah sembarangan e. Duh tiwas sampahku tak guwak ndik tempat sampah njero bis. Jatukno tak guwak dewe yaaa.

    Koyoke kudu nggawe komunitas Blogger Anti Sampah. Dadi selain piknik, juga munguti sampah. Huahaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, ditumplekin gitu aja di pinggir jalan.
      boleh juga tuh... blogger go green

      Delete

Post a Comment

Popular Posts