Peristiwa dibalik tim online dan streaming #grebegsuro2016








Yuda Taufiqurahman (Jidat) Pemuda Ngrukem, Mlarak. Dia seorang pegiat blogger sejak tahun 2007, pada acara Grebeg Suro 2016 kemarin sangat sibuk menyiapkan kebutuhan peralatan streaming. Mulai dari setting di laptop hingga pengaturan koneksi internetnya.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni (tengah) bersama dengan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan beberapa petinggi pemerintahan Ponorogo, saat menghadiri Pembukaan Grebeg Suro 2016.

Kursi Undangan pada Pembukaan Grebeg Suro 2016 dan Festival Reyog Nasional XXIII di Aloon-aloon Ponorogo, 

Saat bersama Yuda (Jidat) dan Eko Prasetyo (Pradesga Indonesia)

Penyerahan Piala Presiden Republik Indonesia, Festival Reyog Nasional XXIII diterima oleh Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni di Panggung utama Aloon-aloon Ponorogo.

Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia Festival Reyog Nasional, setelah diserahkan kepada Bupati Ipong Muchlissoni

Beberapa pejabat Pemerintahan poto bersama dengan para penari pengisi acara Pembukaan Festival Reyog Nasional XXIII

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (petahanan) Eko Putro Sandjojo nampak di wawancarai oleh Fera Nuraini (blogger Ponorogo yang pernah diundang Presiden Jokowi dalam jamuan makam siang)

Bersama dengan Eko Prasetyo (Pradesga Indonesia), Tim Streaming mendapatkan jatah makanan setelah para undangan pulang (banyak makanan yang gak dimakan, daripada dibuang mending kita amankan)
Tim Online Streaming Grebeg Suro 2016 dan Festival Reyog Nasional XXIII poto bareng Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni beserta Istri, setelah acara pembukaan selesai. Prestasi yang membanggakan untuk kami, karena pada malam itu hastag #grebegsuro2016 menjadi trending topic di Twitter.


Mempersiapkan peralatan tambahan untuk perangkat kamera Ricoh Theta S. Tim mengajukan permintaan kepada Bupati Ponorogo Ipong untuk menyiapkan peralatan tersebut. Alhasil disetujui dan melalui pihak EO I-Pro, kamera dengan tekhnologi 360 derajat itu diwujudkan. Kamera akan dipakai selama dua tahun.

Kamera Ricoh Theta S dibuatkan perangkat tambahan yaitu berupa modifikasi Monopod Atlanta dan plat besi. Hal ini kami lakukan karena waktu yang sudah mendesak, mau belanja perlengkapan sepertinya tidak memungkinkan. 

Suasana Gelar Pusaka Bumi Ponorogo dalam rangka Grebeg Suro 2016 di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, pameran ini diikuti oleh puluhan pecinta Pusaka warisan budaya nenek moyang Indonesia. Beragam pusaka mulai dari Keris, Tombak, Pedang dll dipamerkan selama tanggal 26 September hingga  01 Oktober 2016

Panitia Pameran Pusaka mempersiapkan 'umbo rampe' sebelum acara dibuka oleh Bupati Ponorogo Ipong Muchilssoni

Patung putri Songgolangit menyambut kedatangan para tamu Pameran Pusaka dalam rangka Grebeg Suro 2016 di Pendopo Kabupaten Ponorogo.

Berada di depan Pendopo, tersaji puluhan tanman hias (Bonsai).

Peserta datang dari berbagai daerah, Ponorogo mempunyai jumlah penggemar yang cukup banyak. Pameran Bonsai setiap tahun sudah menjadi agenda rutin dalam serangkaian acara Grebeg Suro.

Penataan yang rapi menambah nilai artistik dari Pameran tanaman Bonsai 

Dekorasi panggung Utama Aloon-aloon Ponorogo dalam rangka menyambut Festival Reyog Nasional XXIII nampak megah.

Pintu Masuk antrian sudah mulai mengekor sejak menjelang Magrib

Stand untuk foto, baru pertama kali dibuat sepanjang pagelaran Grebeg Suro

Sesaat sebelum hujan deras melanda.

Hujan deras melanda kota Ponorogo. Semua penonton berhamburan mencari tempat berteduh. salah satunya di panggung utama Aloon-aloon ini. 

Hujan turun sangat deras, setelah lama menunggu sekitar 1jam tak kunjung reda. Para penonton Festival Reyog Nasional XXIII mulai nekad menembus hujan meninggalkan lokasi acara. Malam itu ada 3 grup reyog yang terpaksa tidak dapat tampil.

Banyak penonton yang tidak membawa persiapan bila turun hujan. 

hujan turun hingga pagi hari, mengakibatkan titik genangan air dimana-mana. Kursi penonton berserakan, karena sebagian digunakan untuk berteduh saat hujan semalam.

Pintu masuk penonton Festival Reyog Nasional, lantai Aloon-aloon Ponorogo sudah saatnya diremajakan. Banyak paving yang sudah rusak.

Sisi sebelah timur Aloon-aloon, setelah hujan deras semalam.

Paseban Ponorogo, genangan air di atas permukaan paving yang telah rusak.

Kursi plastik berserakan, penonton menggunakan kursi tersebut untuk perlindungan dari hujan menuju pintu keluar.

Sisi barat aloon-aloon, terjadi genangan air yang sangat tampak parah. Banyak stand peserta yang terendam air banjir, hal ini disebabkan karene permukaan tanah yang tidak merata. Banyak peserta pameran yang protes karena merasa dirugikan.

Salah satu sudut stand peserta/sponsor pameran produk kecil dan unggulan Ponorogo.

Bisa dilihat bersama, air hingga masuk ke dalam stand tenda. Bahkan untuk masuk sudah terendam sekitar 10cm.

Setelah melewati kejadian hujan kemarin malam, tim online streaming Grebeg Suro 2016 mengalami kendala yaitu koneksi internet. Untuk itu, kami mendapatkan bantuan tenaga dan pikiran dari Eko penyedia layanan wireless Bie net. Kebetulan pengelolanya adalah teman sekolah saat SMP. Pukul 02.00 menuju ke kantor Bie net untuk konsultasi apa yang dapat dia bantu.Akhirnya mendapatkan bantuan berupa penyediaan penataan koneksi internet yang telah disediakan oleh panitia yaitu berupa paket Indihome sebesar 10mbps. Sepulang dari tempat Bie net, motor kehabisan bensin di jalan Menur. Harus mendorong motor sejauh 4km. Hingga sampai rumah pukul 04.20 WIB, Ini berada di depan Ponorogo City Center (PCC).

Ruang untuk jurnalis/fotografer telah diperlebar, setelah sebelumnya hanya mendapatkan ruang yang sempit. Pada even Grebeg Suro kali ini, banyak sekali penyediaan fasilitas maupun ornamen pendukung lancarnya acara. Salah satunya adalah di relawan yang dibentuk oleh Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga pemkab Ponorogo. Tim ini mempunyai peran yang sangat penting demi suksesnya acara. 

Pintu masuk penonton seusai acara Festival Reyog Nasional XXIII, beberapa teman menyayangkan panitia yang bertugas menjaga tiket. Kenapa? karena tiket dibuang sembarangan. Terkesan kumuh dan kotor. Semoga tahun depan disediakan tempat khusus untuk memperindah pemandangan suasana.

Panggung karawitan untuk menyambut acara Kirab dan Jamasan Pusaka Kabupaten Ponorogo. Nampak pengrawit dari SMK PGRI 1 Ponorogo sudah mulai bersiap-siap.

Comments

Popular Posts