Reuni Alumni YEA

Ketemu Guru Jaya Setiabudi dan teman seangkatan Andri Wongki
Beberapa waktu yang lalu, saya mengunjungi kota Bandung. Sebuah daerah yang pernah saya singgahi pada tahun 2009 untuk belajar dan mengasah ilmu. Namun hanya beberapa saat saja, karena alasan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Pada kesempatan ini, saya datang untuk menghadiri acara reuni alumni Young Entrepreneur Academy (YEA). Sebagai angkatan lama, sebuah kehormatan dapat ikut berkumpul bersama dari lintas generasi. Sekarang sudah sampai angkatan 29, banyak murid yang masih muda-muda dengan kemampuan bisnis yang cemerlang. Ternyata ilmu di YEA sudah berkembang, disesuaikan dengan kemajuan jaman dan tekhnologi. Ibarat dikata dulu pada angkatanku, sistem informasi masih menjadi barang mahal dan langka. Sang Guru, Jaya Setiabudi dan tim belum mengajarkan tekhnik penjualan dengan media internet. Pola iklan dan memasarkan lewat media sosial merupakan kunci sukses bisnis masa kini. Saya merasa ketinggalan jauh, maklum saya angkatan 2 Batam dan kantor sekolah YEA masih belum menetap, suka pindah-pindah sesuai dengan musim. Halah ketahuan Mas Jaya bisa kena semprot. Skip-skip ah...
Hidangan sarapan di acara Reuni YEA,  Pinisi Resto Dan Glamping Lakeside Rancabali, Bandung
Acara berlangsung hanya sehari semalam, tapi kemasannya sangat singkat dan padat. Tentu hasil kerja keras panitia berbuah manis, sekitar 100 lebih alumni datang untuk saling ketemu berbagi informasi. Ada yang bisnisnya sudah tembus omset ratusan juta sebulan, ada pula yang masih malu-malu menceritakan kondisi bisnisnya. Bagiku datang diantara mereka yang mempunyai kisah 'heroik' membangun bisnis jatuh bangun bangkit bangkrut, merupakan upaya untuk tetap berada di jalur WIRASWASTA dan menjadi pahlawan keluarga (khusus bapak-bapak ya). Kondisi bisnis saat ini memang saat yang tepat untuk introspeksi diri, dimana sudah dihajar dengan kasus pencurian tempat usaha, sampai menurunnya omset usaha warung kopi dan kaos Pozone yang mati suri sejak dua tahun terakhir. Lengkap sudah berkah Tuhan di akhir tahun 2016 ini. Berangkat dengan uang saku pas-pasan, sangat berharap akan mendapatkan pencerahan di pertemuan para pengusaha muda yang diasuh penulis 'best seller' The Power Of Kepepet itu. Bagiku, sekolah ini sangat mengajarkan seseorang untuk dibekali kemampuan membuka atau mengawali bisnis pada usia muda. Kenapa? karena namanya saja Young Entrepreneur Academy, sudah pasti muridnya masih berusia antara 19 - 30 tahunan. Masa pendidikan hanya 6 bulan. hmmm bisa dibayangkan apa yang akan diajarkan disana? Jangan coba-coba deh!

6 tahun lalu, saat mereka masuk ke YEA, mungkin sebagian besar 'pemirsa' akan hopeless dengan masa depan mereka. . Mayoritas siswa yang masuk ke YEA adalah siswa yang tak mau melanjutkan kuliah lagi, 'malas belajar' dan ego tinggi. . Namun kami yakin, justru kriteria itu adalah kriteria pengusaha. . Bukannya mereka 'malas', tapi sistem pengajaran yang membuat mereka tak semangat belajar. . Hal serupa yang saya alami sejak SD. Malas belajar, bosan dengan hafalan, penginnya banyak praktek, daripada teori. . Alhamdulillaah.. wajah-wajah 'MaDeSu' itu berubah saat reuni kemarin. . Bukan karena prestasi omzet saja yang dibanggakan, namun mereka yang BANGKIT dari kebangkrutan, juga membanggakan. . "Mas J, aku minta maaf sudah berbuat kesalahan (pengelolaan investasi) beberapa tahun lalu dan 'menghilang' dari Mas J. Alhamdulillaah sekarang sudah hampir lunas hutang-hutangku". >> Bukankah ini prestasi langka? . "Kualitas dan Kredibilitas seorang pengusaha, diuji saat dia terpuruk, lebih dari saat dia berjaya". . Sikap tanggung jawab itulah yang membanggakan. . Kaya materi itu adalah 'bonus' dari Allah aja. Kaya hati dan amal adalah deposito sesungguhnya. . Semoga kita menjadi saluran rejeki dan manfaat bagi orang lain. . Proud of You, Eagles..! . By: @jayasetiabudi (Founder YEA dan yukbisnis.com) . Photo: alumni YEA tertua .----------------- . Info lengkap: www.yea-indonesia.com 085100313999 (WA/SMS/Telp) . . . . . . #Jayasetiabudi #jaya #universitas #telkomuniversity #entrepreneur #pengusaha #sukses #suksesbareng #belajar #study #bisnis #sekolah #ReuniYEA #9tahunYEA
A photo posted by Young Entrepreneur Academy (@yeaindonesia) on

Mas Jaya pernah bilang, "walau bisnisku naik maupun turun, tidak akan membuat apa yang saya kenakan lebih dari 500ribu (pakaian)." Sebuah pelajaran, dimana diperlukan kerendahan hati dalam mengelola keuangan dan penampilan.



Setelah selesai acara reuni alumni YEA, saya tidak langsung pulang ke Ponorogo. Karena ada saudara yang sudah lama tak bertemu (kenal deket waktu belajar YEA di Batam). Namanya Edo, putra dari Mbah Ecamp yang ternyata kelahiran Ponorogo. Hampir lima hari tinggal di kostan, saya mengganggu aktifitas normalnya. hahaha
di dalam kamar kost
Ada pemandangan indah ketika diajak Edo jalan-jalan pagi di kawasan Gasibu. Iya, sebuah lapangan dengan pemandangan banyak orang sedang olahraga. Sepertinya belum lama dibangun nih tempatnya, nampak dibeberapa sudut aktifitas pertukangan sedang menata taman. 
Sebelum masuk ke lapangan, saya disambut dengan papan bertuliskan "Dilarang Merokok dan Meludah di Area Gasibu". Sudah jelas papan ini demi kenyamanan pengunjung Gasibu dalam melaksanakan olahraga. Perlu diketahui bersama Gasibu adalah kependekan dari Gabungan Sepak Bola Indonesia Bandung Utara. Jika saya mencari info di google, Gasibu sebelum dibangun sering digunakan untuk acara-acara konser dan jualan pedagang kaki lima. Nampak kesemrawutan ketika lapak pedagang memenuhi lapangan Gasibu, mungkin jika dilihat dari gedung bertingkat itu semacam tempat pengungsian. 
Dilarang merokok dan meludah di area GASIBU
lapangan Gasibu kini (Oktober 2016)
Pertama mencoba makan di salah satu kedai/cafe di Bandung, Edo mengajak ke warung Upnormal. Disini saya diberikan pilihan menu-menu yang belum pernah tahu bagaimana rasanya. Rata-rata menu unggulannya adalah berbahan dasar mie instan. hmmm Karena sedang lapar tingkat sedang, saya harus memenuhi kebutuhan karbohidrat. Saya memilih makan dengan Nasi Kambing, seporsi seingatku lebih dari 30ribu. Ide dasarnya adalah sebuah warung cepat saji dengan menambahkan pilihan olahan dari mie instan. Kenapa kok mie instan? karena rasanya dapat diterima oleh lidah semua orang atau makanan sejuta umat. hehe
Makan di cafe yang menu utamanya adalah olahan mie instan, ini konsep keren tapi pasti modalnya besar

Ada yang tahu ini dimana?? Konsep kedai makan dengan menu mie instan memang terus saling bersaing, ditempat ini selalu ramai. Tapi karena semakin banyak pesaing, kini agak menurun pelanggannya. nah lo... masih mau santai-santai aja?

Nampang di depan Gedung Sate, Kantor Pemerintahan Provinsi Jawa Barat.

Masih di seputaran Gedung Sate.

Sebuah tempat makan dengan beraneka macam menu, konsepnya adalah menghadirkan makanan/jajanan dengan menyewakan stand usaha kecil masyarakat. Banyak menu jajanan tradisional khas Bandung. 

Nyobain roti cubit, kentang goreng dan batagor. Harganya relatif, masih terjangkau. Ada yang menjadi pertanyaan saya ketika minta air mineral, hampir disemua tempat makan akan memberikan kemasan/merk yang sama. Mungkin semacam kebijakan untuk menggunakan produk daerah.

Setelah merepotkan beberapa hari, waktunya untuk segera balik ke Ponorogo. Tentu dengan membawa banyak ide dan inspirasi. Terima kasih Edo waktu dan semuanya. Sampai jumpa ya...

Inti dari perjalanan kali adalah keluar dari zona nyaman untuk mendapatkan sesuatu yang baru. Menemui teman baru dengan hadir di acara-acara seminar maupun kopdar, selain mendapatkan ilmu/pengetahuan juga dapat menambah jaringan relasi usaha. 
Terima kasih Bandung, saya akan segera mengambil keputusan yang terbaik untuk hal baru yang lebih menantang. 

*)dokumentasi video akan saya tayangkan di Youtube.

Comments

Popular Posts